Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Perlindungan Anak Harus Dibangun Sejak Desain E-Commerce

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 08:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Perlindungan Anak Harus Dibangun Sejak Desain E-Commerce Doc: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar
Ket. Ilustrasi-Warga menggunakan perangkat elektronik untuk berbelanja daring di sebuah situs lokapasar (e-commerce) di Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Perlindungan anak di ranah perdagangan elektronik atau e-commerce menjadi isu yang semakin mendesak seiring tingginya penetrasi internet dan transaksi digital di kalangan usia muda.

Anak tidak hanya rentan terhadap eksploitasi data pribadi dan paparan iklan agresif, tetapi juga berisiko menjadi target praktik konsumtif, penipuan digital, hingga akses terhadap produk yang tidak sesuai usia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ekosistem perdagangan digital belum sepenuhnya memiliki mekanisme pengamanan yang ramah anak.

Di sisi lain, penguatan regulasi dan pengawasan platform e-commerce menjadi kunci untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman.

Penerapan verifikasi usia, pembatasan iklan tertentu, hingga penguatan literasi digital bagi orang tua dan anak perlu dilakukan secara simultan.

Perlindungan anak di ekonomi digital tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan keluarga, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab platform dan negara agar pertumbuhan ekonomi digital tetap sejalan dengan aspek keamanan dan hak anak.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menekankan perlindungan anak di ranah perdagangan elektronik (e-commerce) perlu diterapkan sejak tahap perancangan sistem atau platform guna menciptakan ekosistem yang lebih aman bagi anak.

“Child-safe digital commerce (perdagangan digital yang aman bagi anak) ini harus aman sejak didesain, bukan hanya reaktif setelah terjadi masalah,” kata Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa Kemendag Dwinantoro Rumpoko dalam diskusi di Jakarta, Kamis (8/5).

Menurut Dwinantoro, prinsip perlindungan sejak perancangan sistem (safety by design) perlu diterapkan mulai dari desain platform, alur transaksi, iklan, sistem pembayaran hingga kanal pengaduan agar perlindungan anak tidak hanya dilakukan setelah muncul pelanggaran.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa risiko yang ditimbulkan aktivitas anak di ranah e-commerce seperti maraknya produk yang tidak sesuai dengan usia anak masih mudah diakses oleh mereka. Kemudian, pembelian berulang tanpa persetujuan orang tua.

Selain itu, anak-anak saat ini rentan terdorong melakukan transaksi digital akibat pengaruh iklan dan algoritma di platform digital.

“Ada iklan dan algoritma yang mempromosikan barang fesyen sehingga anak ini merasa bahwa mereka itu sesuai produknya dengan yang mereka inginkan. Mereka masih belum bisa membedakan mana kebutuhan, mana keinginan,” ujarnya.

Dwinantoro juga menyoroti risiko penyalahgunaan data pribadi anak yang dapat digunakan untuk kebutuhan profiling untuk menampilkan iklan.

“Data pribadi anak yang bisa di-profiling, penggunaan data untuk iklan, dan pengelolaan data anak yang belum sepenuhnya dipahami oleh keluarga. Ini sangat berbahaya ketika data-data pribadi anak itu bisa tersebar ke luar,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Peringati Hari Lingkungan H...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp74.550/...

Indonesia-China Bahas Potensi Kerja Sama AI

1 jam lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Indonesia-China Bahas Poten...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.