Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Rawan Tertekan, 14 Agustus 2026

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 08:15 WIB | Oleh:
Rupiah Rawan Tertekan, 14 Agustus 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah berpotensi melemah dalam perda­gangan akhir pekan ini. Selain situasi geopolitik global dan kondisi inflasi di Amerika Serikat (AS), pelaku pasar tengah menanti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. 

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pa­sar uang antarbank, Jumat (14/8), bergerak fuktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 17.870 - 17.920 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan Kamis (13/8), bergerak datar 0 poin atau 0 persen dari sehari sebe­lumnya menjadi 17.877 rupiah per dollar AS. “Rupiah bergerak datar seiring euforia pasca rilis Morgan Stanley Capital Inter­national (MSCI) memudar,” ujar analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.

Dia menambahkan fokus pelaku pasar saaat ini men­cermati calon Deputi Guber­nur Bank Indonesia (BI). Pe­nyedia indeks global MSCI Inc mengumumkan MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review pada 12 Agustus 2026 waktu Central European Sum­mer Time (CEST), dengan se­mua perubahan akan berlaku pada penutupan bursa pada 31 Agustus 2026 dan efektif pada 1 September 2026.

Melalui pengumumannya, MSCI mengeluarkan dua sa­ham Indonesia dari MSCI Glo­bal Standard Index dan tidak ada saham Indonesia yang ma­suk ke MSCI Global Standard Index. Selain itu, MSCI juga melakukan penyesuaian pada kategori MSCI Global Small Cap Index untuk saham Indo­nesia, yang mana memasukkan satu saham dan mengeluarkan sembilan saham dari indeks ini.

Di sisi lain, pemerintah te­lah mengirim Surat Presiden (Surpres) untuk mengisi jabat­an Deputi Gubernur Senior BI. Nama yang diajukan pemerin­tah untuk Deputi Gubernur Se­nior BI adalah Aida S Budiman, sedangkan untuk Deputi Gu­bernur BI terdapat dua nama yang diajukan, yakni Solikin M Juhro dan M Anwar Bashori.

“Dari global, masih terkait perkembangan konflik Timur Tengah, dimana tidak ada tero­bosan negosiasi Amerika dan Iran walaupun index sudah stabil di bawah 100 serta harga minyak yang mulai menjinak,” ungkap Rully.

Seperti diketahui, pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Nota Keuangan RAPBN 2027 menjadi salah satu momen komunikasi kebijakan yang paling ditunggu pasar se­panjang 2026. Pemerintah dan DPR sebelumnya menyepakati kisaran pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8-6,5 persen, de­fisit fiskal sebesar 1,8-2,4 per­sen terhadap PDB, serta asumsi nilai tukar rupiah di kisaran 16.800-17.500 rupiah per dollar AS.Istimewa

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival

Produksi ekspor briket arang di Kota Serang

11 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi ekspor briket aran...
Daerah
Heboh Dugaan Bullying di SM...
Nasional
Bikin Penasaran! DPD Sebut ...
Nasional
Tidak Layak secara Sanitasi...

Lens Tantang Dominasi PSG di Final Trophée des Champions

56 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Lens Tantang Dominasi PSG d...
Megapolitan
Perda RPPLH Disahkan, Jakar...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Ada Pidato Presiden, Hindari Kawasan Lalin Sekitar DPR

Ada Pidato Presiden, Hindari Kawasan Lalin Sekitar DPR

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.