Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Risiko Rendah, Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru

📅 Kamis, 07 Mei 2026, 02:08 WIB | Oleh:
Risiko Rendah, Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Doc: AFP/Hans Lucas

MOSKOW - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko penyebaran hantavirus, yang kasusnya ditemukan di antara penumpang Kapal Hondius di Samudra Atlantik, masih relatif rendah.

“Pada tahap ini, risiko kesehatan masyarakat (terkait hantavirus) relatif rendah,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu di platform media sosial X.

Sebelumnya, WHO mengatakan bahwa strain hantavirus Andes telah terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius, dengan diagnosis dikonfirmasi oleh tes yang dilakukan di lembaga-lembaga di Afrika Selatan dan Swiss.

Jumlah total infeksi yang dikonfirmasi mencapai delapan setelah satu kasus tambahan diidentifikasi pada seorang pasien yang telah kembali ke Swiss. Tiga di antaranya meninggal dunia.

Merespons temuan ini, Spanyol memutuskan akan menerima kapal yang kini berlayar di sekitar Tanjung Verde itu untuk bersandar di Kepulauan Canary, berdasarkan hukum internasional dan semangat kemanusiaan.

Setibanya di Kepulauan Canary, para penumpang dan awak kapal akan menjalani pemeriksaan medis dan ditangani melalui fasilitas dan sistem transportasi yang telah disiapkan khusus untuk penanganan dan pemindahan.

Proses itu akan dilakukan sedemikian rupa agar dapat menghindari kontak dengan populasi setempat.

Langkah-langkah tersebut akan diterapkan sesuai dengan protokol penanganan kasus dan kontak terpadu yang dikembangkan oleh WHO bersama Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), guna memastikan jaminan keselamatan yang diperlukan.

Berdasarkan laman WHO, hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan oleh hewan pengerat (rodent) dan dapat menyebabkan penyakit parah pada manusia.

Penularan hantavirus ke manusia terjadi melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Infeksi juga dapat terjadi, meskipun lebih jarang, melalui gigitan hewan pengerat.

Gejala awal hantavirus sering menyerupai flu dan muncul dalam satu hingga delapan minggu setelah paparan, yaitu demam dan menggigil, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, dan diare.

Pada tahap lanjut, penderita akan kesulitan bernapas karena paru-paru terisi cairan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Danantara Borong Saham Burs...
Ekonomi
BI Tangkap Sinyal Ekspansi ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.