Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Tegaskan Pemerintah Sudah Siapkan Mekanisme Pembiayaan Mitigasi Bencana NTT

📅 Senin, 17 Agu 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Menkeu Tegaskan Pemerintah Sudah Siapkan Mekanisme Pembiayaan Mitigasi Bencana NTT Doc: Dokumentasi Kemenkeu
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (berdiri di podium) memimpin upacara peringatan HUT Ke-81 RI di Lapangan Gedung AA Maramis, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026

JAKARTA – Pemerintah telah menyiapkan dukungan pembiayaan untuk mitigasi bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu akan disesuaikan dengan kebutuhan penangangan dampak bencana serta tahapan pemulihan yang dilakukan.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (17/8) di Jakarta. Dukungan tersebut ditetapkan melalui rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Pascabencana DPR yang dipimpin Wakil Ketua DPR, Sari Yuliati.

“Pemerintah telah menyiapkan mekanisme pembiayaan untuk penanganan bencana melalui anggaran yang tersedia di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” ujar dia. “Dana tersebut menjadi sumber pembiayaan awal untuk merespons kebutuhan penanganan bencana.”

Menurut Menkeu, masih ada dana BNPB sebesar Rp5 triliun yang biasanya digunakan untuk pembiayaan di awal penanganan bencana. “Sebagian dana itu sudah terpakai tetapi masih cukup, kalau kurang akan kami tambahkkan langsung,” ucap dia.

Purbaya menambahkan penanganan bencana akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal dimulai dengan respons kedaruratan menggunakan anggaran yang telah disiapkan.

Apabila kebutuhan pembiayaan meningkat, pemerintah akan menyesuaikan dukungan anggaran. “Jadi nggak ada masalah tuh, kalau untuk bencana ada khusus,” ucap dia.

Menurut Menkeu, pemerintah memiliki dana yang bersifat siaga. Hal ini memungkinkan pemerintah memberikan dukungan pembiayaan untuk penanganan dampak bencana sesuai kebutuhan. Namun, khusus untuk pembangunan kembali fasilitas umum (fasum) yang tidak dapat dibiayai melalui BNPB, diperlukan koordinasi dengan kementerian/lembaga bersangkutan.

“Sehingga seluruh proses penanganan bencana dan pemulihan dapat berjalan dengan kordinasi yang baik,” ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Megapolitan
Malam Ini Jakarta Gelar Pes...

Bergerak Bersama, ASDP Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Daerah
Bergerak Bersama, ASDP Anta...
Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

Jokowi Tiba di Istana untuk HUT RI ke-81, Penampilan dengan Adat Bali Jadi Sorotan

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.