Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korban Jiwa Terus Loncat, Wabah Ebola Kongo Sedikit Lagi Pecahkan Rekor Terbesar dalam Sejarah

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 01:38 WIB | Oleh:
Korban Jiwa Terus Loncat, Wabah Ebola Kongo Sedikit Lagi Pecahkan Rekor Terbesar dalam Sejarah Doc: AFP

KINSHASA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (13/8) memperingatkan bahwa wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo menjadi wabah terbesar kedua sepanjang sejarah pencatatan setelah jumlah kasus terkonfirmasi meningkat menjadi 4.449 dengan 2.061 kematian.

"Ini sudah menjadi wabah Ebola terbesar kedua sepanjang sejarah, dan penyebarannya lebih cepat daripada wabah Ebola mana pun sebelumnya. Dengan laju saat ini, wabah ini diperkirakan akan melampaui wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014 hingga 2016," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah taklimat pers di Jenewa.

Data terbaru yang dirilis pada Rabu oleh otoritas kesehatan masyarakat RD Kongo menunjukkan bahwa tingkat kematian kasus secara keseluruhan berada di angka 46,3 persen. Sebanyak 716 pasien masih menjalani isolasi atau perawatan di rumah sakit, sementara 886 orang telah pulih.

Tedros menyebutkan bahwa wabah ini telah menyebar jauh lebih awal sebelum terdeteksi, sehingga upaya penanggulangan masih harus berjuang untuk mengatasinya.

"Wabah tersebut memulai penyebaran jauh lebih awal. Wabah ini masih jauh di depan kami, dan kami sedang berupaya untuk mengejarnya," ujar dirjen WHO tersebut.

WHO mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen dari seluruh kasus terkonfirmasi dan 80 persen kasus kematian dilaporkan terjadi di Provinsi Ituri, di mana penularan yang berkelanjutan terus terjadi.

Tedros mengatakan sebagian besar kasus kematian masih terjadi di tengah masyarakat, bukan di pusat perawatan, sementara banyak kasus terdeteksi di luar daftar kontak yang diketahui. Hal ini mengindikasikan bahwa rantai penularan masih belum teridentifikasi.

"Selama kita belum mengetahui dan memutus setiap rantai penularan, kita tidak akan bisa menghentikan wabah ini," katanya.

Wabah tersebut, yang disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo, diumumkan oleh pemerintah RD Kongo pada 15 Mei.

Direktur eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO Chikwe Ihekweazu mengatakan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan virus tersebut kemungkinan telah beredar selama dua hingga tiga bulan sebelum wabah terdeteksi secara resmi, meskipun waktu pasti awal mula penularan masih dalam penyelidikan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mau Meliput Krakatau, 5 Wartawan “Hilang” Sudah Ditemukan, Mampir di Pulau yang Susah Sinyal
    Syukurlah ....
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
Ekonomi
Panen raya bawang merah di ...

Semburan asap di Pasar Baru

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru
Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.