Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPS Sebut Transportasi Sumbang Inflasi Bulanan Terbesar di April 2026 akibat Kenaikan Harga Avtur

📅 Senin, 04 Mei 2026, 13:38 WIB | Oleh:
BPS Sebut Transportasi Sumbang Inflasi Bulanan Terbesar di April 2026 akibat Kenaikan Harga Avtur Doc: antara foto
Ket. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono

JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengungkapkan inflasi bulanan pada April 2026 mencapai 0,13 persen (month-to-month/mtm) dengan Kelompok Pengeluaran Transportasi menjadi kontributor terbesar.

Ia menuturkan, kelompok pengeluaran tersebut mengalami inflasi 0,99 persen mtm, sehingga memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen terhadap total inflasi bulanan pada April 2026.

“Komoditi yang dominan mendorong inflasi pada Kelompok Transportasi, yaitu tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,11 persen serta juga bensin dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Senin (4/5).

Pihaknya mencatat, komoditas tarif angkutan udara mengalami inflasi bulanan sebesar 15,25 persen mtm, sementara komoditas bensin mengalami inflasi bulanan sebesar 0,34 persen mtm.

Ia menyatakan, inflasi tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya harga avtur serta beberapa jenis BBM nonsubsidi.

Namun, komoditas tarif angkutan antarkota justru mengalami deflasi bulanan pada April 2026 sebesar 10,01 persen mtm dengan andil deflasi 0,03 persen.

Selanjutnya, Ateng menyoroti kelompok pengeluaran yang juga berkontribusi besar terhadap inflasi pada bulan lalu, yakni Kelompok Pengeluaran Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran yang mengalami inflasi 0,69 persen mtm dengan andil inflasi bulanan 0,07 persen.

Sedangkan komoditas lainnya yang memberikan andil inflasi bulanan terbesar pada April 2026 adalah minyak goreng (0,05 persen), tomat (0,03 persen), beras (0,02 persen), serta nasi dengan lauk (0,02 persen).

Tidak hanya inflasi, Ateng mengatakan bahwa sejumlah kelompok pengeluaran dan komoditas juga mengalami deflasi secara bulanan pada April 2026.

Ia menyatakan, Kelompok Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami deflasi bulanan sebesar 0,99 persen mtm dengan andil deflasi sebesar 0,07 persen, sementara Kelompok Pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami deflasi bulanan 0,20 persen mtm dengan andil deflasi 0,06 persen.

Dari sisi komoditas, ia menuturkan sejumlah komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan terhadap perekonomian Indonesia pada April 2026 antara lain daging ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,11 persen dan emas perhiasan dengan andil deflasi sebesar 0,09 persen.

“Lalu, cabai rawit serta telur ayam ras dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,06 persen dan juga 0,04 persen,” imbuh Ateng.

BPS mencatat, inflasi bulanan pada April 2026 terjadi berdasarkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,95 pada Maret 2026 menjadi 111,09 pada April 2026.

Meskipun demikian, tingkat inflasi bulanan pada April 2026 sebesar 0,13 persen mtm tersebut masih lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi bulanan pada Maret 2026 sebesar 0,41 persen mtm.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.