Transformasi Digital di Lebak: UMKM Buktikan Omzet Bisa Melejit
📅 Jumat, 01 Mei 2026, 08:20 WIB | Oleh: Tim PenulisSelanjutnya, fasilitasi pembiayaan modal dan insentif pajak bagi UMKM, dengan sistem penilaian berbasis digital.
Dengan digitalisasi UMKM ini, kata dia, pihaknya optimistis UMKM dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga dapat terwujud visi Lebak Rukun, Hegar, Aman dan Yakin (RUHAY).
"Kami meyakini jika pelaku UMKM naik kelas dipastikan tingkat pendapatan ekonomi masyarakat meningkat, termasuk penyerapan lapangan pekerjaan juga penghapusan kemiskinan lebih cepat," kata Imam.
Menurut dia, pihaknya tahun sebelumnya juga memberikan pelatihan terhadap pelaku UMKM agar bisa memasarkan produk menggunakan aplikasi digitalisasi media sosial, memahami broadcasting, bisnis e-commerce, konten digital, e-learning, dan bisnis afiliasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu juga bagaimana cara memposting produk UMKM hingga ke lokapasar serta media sosial.
Para pelaku UMKM di Kabupaten Lebak sebagian besar bergerak di bidang perdagangan dan kerajinan bambu, kain batik, serta aneka makanan kuliner.
"Kami berharap semua pelaku UMKM masuk ekosistem digital dan tidak lagi memasarkan secara konvensional," katanya menjelaskan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Umsatoh, seorang pelaku UMKM, produksi Batik Chanting Pradana mengatakan pihaknya terbantu pemasarannya dengan menerapkan digitalisasi, sehingga banyak permintaan dari beberapa daerah di Indonesia.
Pemasaran dengan teknologi digital dilakukannya secara broadcasting maupun online, sehingga dapat mendongkrak pendapatan ekonomi.
"Kami memanfaatkan digitalisasi setelah mengikuti peserta pelatihan digital yang dilakukan pemerintah daerah," katanya.
Sementara itu, Pulung, seorang perajin tenun Badui mengaku, sejak tiga tahun terakhir ini permintaan kain tenun Badui meningkat dari 10 potong menjadi 30 potong dengan pendapatan Rp8 juta/pekan.
Harga kain tenun Badui antara Rp250 ribu sampai Rp300 ribu/potong.
''Pelanggan melalui media sosial juga ada dari Sumatera dan Bali," jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!