Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bangka Tengah Siaga Kebakaran Hutan saat Kemarau

📅 Senin, 27 Apr 2026, 06:30 WIB | Oleh:
Bangka Tengah Siaga Kebakaran Hutan saat Kemarau Doc: ist
Ket. waspada kebakaran hutan

BANGKA – Sekarang sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau. Untuk itu, Bangka Tengah mulai bersiaga kebakaran hutan dan lahan dengan memetakan titik-titik rawan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memetakan beberapa titik yang dinilai rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau.

Kepala BPBD Bangka Tengah Yudi Sabara di Koba, Minggu, mengatakan pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran yang meningkat seiring kondisi cuaca kering.

“Setidaknya saat musim kemarau kami mencatat empat titik yang rawan terbakar. Warga kami minta lebih waspada terhadap potensi kebakaran,” kata Yudi.

Ia menjelaskan, keempat lokasi tersebut meliputi kawasan Desa Penyak, area bekas perkantoran PT Koba Tin, Dusun Nadi, serta kawasan Tayib di Kecamatan Pangkalanbaru.

Wilayah itu dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi karena didominasi vegetasi kering seperti ilalang dan semak belukar yang mudah terbakar saat suhu udara meningkat.

Menurut dia, kebakaran sebelumnya juga sempat terjadi di kawasan Penyak hingga Desa Terentang karena area tersebut merupakan lahan kosong tanpa tanaman produktif milik petani yang berada di tepi jalan raya sehingga rentan tersulut api.

“Kawasan Terentang berada di pinggir jalan raya dan hanya ditumbuhi ilalang serta semak belukar, sehingga sangat mudah terbakar ketika kondisi panas,” ujarnya.

Ia mengatakan, musim kemarau ekstrem berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah wilayah rawan.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD setempat telah mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui pemasangan spanduk imbauan, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Yudi menegaskan, sebagian besar kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, bahkan diduga ada unsur kesengajaan oleh oknum tertentu.

Karena itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi api yang dapat menjalar ke area lain, termasuk perkebunan sawit dan karet.

“Kami terus mengingatkan warga agar tidak membakar lahan dan selalu waspada terhadap potensi api yang bisa meluas dan menyebabkan kerugian lebih besar,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Pemkot Bengkulu Terima 10 R...
Daerah
Disdagin: Harga Kebutuhan P...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
    Untuk Membuka blokir BTN Mobile Banking (Balé by ...
  • Bukan Sekadar Pesta Budaya, Festival Tabut 2026 Ditarget Dongkrak Kas Daerah
    Preview komentar:
  • 5 Pengelola Wisata Pantai di Tulungagung Stop Tarik Retribusi, Ada Apa Ya?
    Preview komentar:
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0

21 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.