Gen Z Kampus Disasar, Wamendag Pacu Rasio Kewirausahaan Indonesia
📅 Rabu, 29 Apr 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim PenulisSelain itu, Kemendag juga memperkuat akses pasar internasional melalui berbagai perjanjian dagang seperti Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), kerja sama dengan Kanada, hingga Eurasia.
Program Campus Preneur juga disiapkan untuk membuka kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui pelatihan ekspor, seminar, dan coaching bisnis internasional yang didukung Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara.
“Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa berjalan baik, karena untuk membuat Indonesia lebih maju kita harus bekerja sama lintas sektor,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Ciputra (UC) Surabaya Prof. Dr. Wirawan Endro Dwi Radianto menegaskan, pentingnya membangun karakter kewirausahaan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan berani mengambil peluang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Entrepreneur bukan hanya tentang membuka usaha, tetapi pola pikir untuk melihat masalah sebagai peluang, berani mengambil langkah, dan menciptakan nilai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, UC sebagai kampus berbasis entrepreneurship menerapkan pendidikan berbasis praktik, experiential learning, dan business incubation.
Dari total lulusan, sekitar 63 persen memilih jalur entrepreneurship, selain menjadi profesional dan penerus bisnis keluarga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wirawan juga menyambut positif program Campus Preneur yang dinilai dapat membuka akses jejaring bisnis global bagi mahasiswa.
“Sebagai kampus berbasis entrepreneur, kami sangat merespons positif program ini. Ini menjadi jembatan bagi mahasiswa kami untuk go international dan go global, termasuk mendapatkan pelatihan, coaching, dan peluang ekspor dari kementerian,” katanya.
Kegiatan studium generale bertema Young Entrepreneurs: Challenges and Opportunities tersebut juga menghadirkan Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Djoko Kurniawan serta akademisi entrepreneurship Prof. Dr. Murpin Josua Sembiring.
Menurut Wirawan, dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa untuk memulai usaha di tengah ketidakpastian global.
“Mahasiswa masih dalam tahap belajar sehingga kadang ada rasa takut. Tetapi dengan adanya dukungan kementerian, saya percaya mereka akan lebih percaya diri untuk berkembang,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!