Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Karhutla saat Musim Kemarau, Pemprov Jabar Perkuat Mitigasi

28 Selasa, 21 Jul 2026, 17:57 WIB | Oleh:
Cegah Karhutla saat Musim Kemarau, Pemprov Jabar Perkuat Mitigasi Cegah Karhutla saat Musim Kemarau, Pemprov Jabar Perkuat Mitigasi Doc: ANTARA/Fathnur Rohman.
Ket. Petugas saat melaksanakan simulasi upaya pemadaman karhutla yang digelar di Majalengka, Jawa Barat, Selasa (21/7).

MAJALENGKA, JAWA BARAT - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Kehutanan  memperkuat langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau melalui edukasi masyarakat, penguatan koordinasi, serta kesiapsiagaan personel di lapangan.

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Jabar Dodit Ardian Pancapana mengatakan penguatan mitigasi diperlukan agar kawasan hutan di provinsi tersebut bisa terjaga kelestariannya.

"Di Jabar ini hutan sekitar 800 ribu hektare. Luasnya hampir kira-kira 50 kalinya luas Kota Bandung. Upaya penanaman dan pemeliharaan terus berjalan agar kecukupan tutupan hutan sesuai amanat 30 persen bisa terpenuhi," katanya saat ditemui di Majalengka, Selasa (21/7).

Selain meningkatkan tutupan hutan melalui penanaman dan pemeliharaan, lanjutnya, upaya mempertahankan kawasan hutan dari berbagai gangguan, terutama ancaman kebakaran saat musim kemarau menjadi prioritas.

"Yang sangat penting adalah upaya mempertahankan kondisi hutan yang ada dari berbagai macam gangguan, termasuk risiko bencana kebakaran hutan yang harus kita antisipasi," ujarnya.

Dodit mengatakan salah satu fokus mitigasi ialah mengubah kebiasaan masyarakat yang masih menggunakan api untuk membakar sampah, jerami, maupun serasah, karena berpotensi memicu kebakaran.

"Upaya mengurangi volume sampah hutan, sampah sawah, maupun sisa pertanian, bisa dilakukan secara organik tanpa harus menggunakan api. Itu yang harus terus kita edukasi," katanya.

Selain itu pihaknya memperkuat kesiapsiagaan penanganan karhutla melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kemampuan personel, serta penguatan komunikasi dan koordinasi lintas instansi.

Ia menjelaskan koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), para rimbawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta kelompok masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan penyangga hutan.

Dodit mengatakan kejadian karhutla di Jabar bersifat fluktuatif dan dapat dipantau secara real time melalui aplikasi SiPongi milik Kemenhut, dengan tren yang saat ini cenderung menurun.

Meski demikian ia mengingatkan musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus 2026 sehingga seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, diminta terus mengedukasi masyarakat untuk menekan risiko karhutla.

"Saya mohon dibantu rekan-rekan media untuk terus mendorong sosialisasi kegiatan yang mengurangi risiko kebakaran hutan," ucap Dodit Ardian Pancapana. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Nasional
KSPSI Tak Turunkan Massa pa...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.