Cegah Karhutla saat Musim Kemarau, Pemprov Jabar Perkuat Mitigasi
📅 Selasa, 21 Jul 2026, 17:57 WIB | Oleh: OpikMAJALENGKA, JAWA BARAT - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Kehutanan memperkuat langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau melalui edukasi masyarakat, penguatan koordinasi, serta kesiapsiagaan personel di lapangan.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Jabar Dodit Ardian Pancapana mengatakan penguatan mitigasi diperlukan agar kawasan hutan di provinsi tersebut bisa terjaga kelestariannya.
"Di Jabar ini hutan sekitar 800 ribu hektare. Luasnya hampir kira-kira 50 kalinya luas Kota Bandung. Upaya penanaman dan pemeliharaan terus berjalan agar kecukupan tutupan hutan sesuai amanat 30 persen bisa terpenuhi," katanya saat ditemui di Majalengka, Selasa (21/7).
Selain meningkatkan tutupan hutan melalui penanaman dan pemeliharaan, lanjutnya, upaya mempertahankan kawasan hutan dari berbagai gangguan, terutama ancaman kebakaran saat musim kemarau menjadi prioritas.
"Yang sangat penting adalah upaya mempertahankan kondisi hutan yang ada dari berbagai macam gangguan, termasuk risiko bencana kebakaran hutan yang harus kita antisipasi," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dodit mengatakan salah satu fokus mitigasi ialah mengubah kebiasaan masyarakat yang masih menggunakan api untuk membakar sampah, jerami, maupun serasah, karena berpotensi memicu kebakaran.
"Upaya mengurangi volume sampah hutan, sampah sawah, maupun sisa pertanian, bisa dilakukan secara organik tanpa harus menggunakan api. Itu yang harus terus kita edukasi," katanya.
Selain itu pihaknya memperkuat kesiapsiagaan penanganan karhutla melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kemampuan personel, serta penguatan komunikasi dan koordinasi lintas instansi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), para rimbawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta kelompok masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan penyangga hutan.
Dodit mengatakan kejadian karhutla di Jabar bersifat fluktuatif dan dapat dipantau secara real time melalui aplikasi SiPongi milik Kemenhut, dengan tren yang saat ini cenderung menurun.
Meski demikian ia mengingatkan musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus 2026 sehingga seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, diminta terus mengedukasi masyarakat untuk menekan risiko karhutla.
"Saya mohon dibantu rekan-rekan media untuk terus mendorong sosialisasi kegiatan yang mengurangi risiko kebakaran hutan," ucap Dodit Ardian Pancapana. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!