Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanpa Kolaborasi Riset, Hilirisasi Terancam Jalan di Tempat

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tanpa Kolaborasi Riset, Hilirisasi Terancam Jalan di Tempat Doc: ANTARA FOTO/ Jessica Wuysang
Ket. Ilustrasi-Pekerja berjalan di lokasi proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 1 PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

JAKARTA – Percepatan hilirisasi menjadi strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, serta memperkuat daya saing industri nasional.

Dengan mendorong pengolahan di dalam negeri, hilirisasi berpotensi menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan memperluas basis ekspor produk bernilai tinggi.

Namun, keberhasilannya memerlukan dukungan infrastruktur, kepastian regulasi, ketersediaan energi, serta pengembangan teknologi dan sumber daya manusia agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia riset dan industri sebagai kunci mempercepat hilirisasi yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Menurut Rosan dalam pernyataan resmi di Jakarta, Minggu (28/6), investasi dan hilirisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga menjadi fondasi bagi terwujudnya industri nasional yang produktif, transparan, berdaya saing, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan pekerja.

Ia menegaskan arah kebijakan hilirisasi Indonesia harus mampu menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan.

Investasi yang masuk tidak hanya diukur dari besaran nilai modal, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan produktivitas nasional, memperkuat penguasaan teknologi, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Adapun hal tersebut disampaikan Rosan saat menyampaikan keynote speech dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains Teknologi dan Industri (KSTI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (27/6).

"Kami meyakini keberadaan dari Bapak, Ibu, Mahasiswa, dan Mahasiswi di universitas terutama di bidang riset dan development-nya tentunya memberikan kontribusi yang sangat sangat positif. Oleh sebab itu kita tinggal memikirkan kolaborasi ke depannya supaya hal-hal positif yang sudah dilahirkan dari investasi dan hilirisasi ini bisa diimplementasikan ke dalam industri-industri yang ada dan bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa ke depannya,” ujar Rosan.

Rosan mengungkapkan, kebijakan hilirisasi telah menunjukkan hasil yang positif. Sepanjang 2025, realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.931,2 triliun atau tumbuh 12,7 persen secara tahunan (year-on-year), sekaligus melampaui target pemerintah dengan capaian 101,3 persen.

Realisasi tersebut juga berhasil menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja langsung atau meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, keterhubungan antara kegiatan riset dan kebutuhan industri menjadi faktor penting dalam membangun industri nasional yang sehat dan berkelanjutan.

“Riset yang terhubung dengan industri menjadi salah satu faktor penting dalam membangun industri yang sehat dan berkelanjutan. Kepastian regulasi, good governance, serta kemudahan berusaha akan meningkatkan kepercayaan investor sekaligus menciptakan persaingan usaha yang adil,” imbuhnya.

Untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional, pemerintah telah menyiapkan insentif Super Tax Deduction hingga 300 persen bagi kegiatan riset dan pengembangan, serta hingga 200 persen untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.