Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Ingin Wisata Hanya Ramai di Titik Tertentu, Kemenpar Tata Ulang Pola 4B

📅 Senin, 20 Jul 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Ingin Wisata Hanya Ramai di Titik Tertentu, Kemenpar Tata Ulang Pola 4B Doc: ANTARA/ Budi Candra
Ket. Ilustrasi - Objek wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Jawa Timur.

DENPASAR – Upaya mendorong pemerataan wisatawan menjadi strategi penting untuk menciptakan pertumbuhan sektor pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Distribusi kunjungan yang tidak lagi terpusat pada destinasi populer dapat mengurangi tekanan terhadap daya dukung lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi daerah yang selama ini kurang terekspos.

Keberhasilan strategi ini bergantung pada penguatan infrastruktur, konektivitas, promosi yang tepat sasaran, serta peningkatan kualitas atraksi dan layanan di destinasi alternatif agar mampu memberikan pengalaman yang kompetitif bagi wisatawan.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang menyusun kembali pola perjalanan wisata 4B atau Banyuwangi, Bali Utara, Bali Barat, dan Bali Timur.

“Untuk program 4B, saat ini kami tengah memperbaharui pola perjalanannya agar penyebaran wisatawan lebih bisa didorong,” ucap Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Ia dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Denpasar, Senin (20/7), mengatakan pola perjalanan wisata ini penting untuk pemerataan wisatawan yang selama ini bertumpu di perkotaan Bali.

“Kondisi kepadatan karena 70 persen wisatawan saat ini berpusat di Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan), kita membutuhkan penyebaran daya tarik wisata agar wisatawan turut menyebar,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemenpar fokus pada 3B, namun dalam pola terbaru nanti akan masuk daerah Karangasem yang terletak di Bali Timur.

Pola perjalanan tersebut adalah pemetaan rute wisata secara berkelanjutan dimulai dari titik masuk wisatawan.

“Mereka diarahkan ke daya tarik wisata mana saja, menginap di mana saja, dan kegiatannya. Jadi dalam 4B, misalnya dari Banyuwangi, menyeberang ke Gilimanuk, mengarah ke Kerthi Bali Semesta Park di Jembrana, atau ke Bali Utara seperti Pemuteran dan Lovina dan kemudian desa wisata di utara ada Desa Les, dan menuju tempat menyelam Tulamben atau Amed di Bali Timur,” tutur Menpar.

Menpar Widiyanti memahami Pemprov Bali sudah bekerja keras melakukan diversifikasi daya tarik wisata dengan beberapa pembangunan.

Namun dalam rangka pembangunan Bali memang perlu terus dilakukan tindakan aktif seperti menggali daya tarik wisata baru.

Selain pola perjalanan wisata 4B, ia menyinggung potensi optimalisasi UNESCO Global Geopark Batur dan kawasan Kintamani menjadi daya tarik yang lebih kuat.

Namun di hadapan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menpar menyampaikan memang perlu infrastruktur pendukung yang lebih lengkap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.