PM Baru Inggris Andy Burnham Janji Akhiri Kekacauan Politik, Siapkan Perubahan Terbesar dalam 40 Tahun
📅 Selasa, 21 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SLONDON – Andy Burnham resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris setelah mendapat mandat dari Raja Charles III untuk membentuk pemerintahan baru pada Senin (20/7). Dalam pidato pertamanya di depan kediaman resmi 10 Downing Street, Burnham berjanji mengakhiri ketidakstabilan politik yang telah mewarnai Inggris selama beberapa tahun terakhir.
Dari Al Jazeera, Burnham menjadi perdana menteri ketujuh Inggris dalam kurun waktu satu dekade. Ia menggantikan Keir Starmer, yang tersingkir dari kursi kepemimpinan Partai Buruh hanya dua tahun setelah memenangkan pemilu dengan mayoritas besar. Pergantian kepemimpinan yang begitu cepat dinilai mencerminkan gejolak politik di Inggris di tengah menguatnya dukungan terhadap kelompok populis.
"Inggris perlu menunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu kembali menjadi negara yang stabil. Kita belum cukup baik, dan kita harus menjadi lebih baik," kata Burnham dalam pidatonya.
Mantan Wali Kota Greater Manchester itu mengaku prihatin dengan seringnya pergantian pemimpin di Inggris. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memulai babak baru dalam politik Inggris.
Alih-alih menyinggung pendahulunya, Burnham memilih memusatkan pidatonya pada agenda perubahan yang akan segera dijalankan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita akan menjadikan momen ini sebagai titik balik bagi Inggris, menghadirkan perubahan terbesar dalam 40 tahun terakhir, dengan model politik dan model ekonomi yang baru," tegasnya.
Sebagai langkah awal, Burnham berjanji akan mengumumkan paket kebijakan dalam pekan ini untuk membantu masyarakat menghadapi tingginya biaya hidup. Ia juga menyebut instruksi pertamanya sebagai perdana menteri adalah mengakhiri masalah tunawisma di Inggris.
Selain itu, pemerintahannya akan menyiapkan rencana pembangunan nasional selama 10 tahun yang dijadwalkan diumumkan sebelum akhir 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di bidang luar negeri, Burnham menegaskan dukungan Inggris terhadap Ukraina tidak akan berubah. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menjadi salah satu pemimpin dunia pertama yang akan dihubunginya.
"Saya akan mendukung Zelenskyy 100 persen, sebagaimana dilakukan Keir Starmer," ujarnya.
Burnham juga mengungkapkan akan segera berbicara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam waktu dekat, ia diperkirakan mengumumkan susunan kabinet barunya, termasuk sosok yang akan mengisi posisi Menteri Keuangan menggantikan Rachel Reeves.
Dijuluki "Raja dari Utara" karena kepemimpinannya di Manchester dan kedekatannya dengan isu-isu kelas pekerja, Burnham dianggap Partai Buruh sebagai figur terbaik untuk menghadapi kebangkitan Partai Reform UK yang dipimpin Nigel Farage.
Meski Partai Buruh baru dua tahun lalu meraih kemenangan besar dalam pemilu, sejumlah jajak pendapat terbaru menunjukkan Reform UK kini memimpin tingkat elektabilitas menjelang pemilu nasional berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 2029.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!