Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Salah Satu Tentara AS yang Tewas dalam Serangan Rudal Iran di Yordania Baru Berusia 19 Tahun

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 04:10 WIB | Oleh:
Salah Satu Tentara AS yang Tewas dalam Serangan Rudal Iran di Yordania Baru Berusia 19 Tahun Doc: Istimewa
Ket. Gonzales merupakan prajurit muda yang ditempatkan di Ansbach, Jerman, sebelum dikerahkan ke Timur Tengah. Ia baru lulus sekolah menengah sekitar setahun lalu sebelum bergabung dengan Angkatan Darat AS.

WASHINGTON DC– Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) akhirnya mengungkap identitas dua prajurit Angkatan Darat AS yang tewas dalam serangan rudal dan drone Iran terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada Jumat (17/7).

Dari People, korban pertama adalah Prajurit Isabella Gonzales, 19 tahun, asal Carrollton, Texas. Sementara korban kedua adalah Letnan Satu Tyler James Feehan, 25 tahun, yang berasal dari Hawaii. Keduanya dinyatakan gugur saat bertugas dalam serangan yang menjadi salah satu insiden paling mematikan bagi militer Amerika sejak konflik langsung dengan Iran meningkat. 

Menurut Pentagon, Gonzales merupakan prajurit muda yang ditempatkan di Ansbach, Jerman, sebelum dikerahkan ke Timur Tengah. Ia baru lulus sekolah menengah sekitar setahun lalu sebelum bergabung dengan Angkatan Darat AS.

“Prajurit Gonzales ditugaskan di Batalyon ke-1, Resimen Artileri Pertahanan Udara ke-57, Brigade Artileri Pertahanan Udara ke-52, Komando Pertahanan Rudal Udara Angkatan Darat ke-10, Ansbach, Jerman.”.kata Pentagon

Sementara itu, Feehan merupakan perwira pertahanan udara yang bertugas di Fort Bragg, North Carolina. Pentagon menyatakan Feehan akan menerima kenaikan pangkat secara anumerta beserta sejumlah penghargaan militer atas pengabdiannya. 

Dalam pembaruan yang dirilis pada hari Minggu, 19 Juli, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa, selain dua korban jiwa, personel militer menemukan sisa-sisa jenazah yang tidak dikenal di lokasi tersebut. Jenazah tersebut saat ini sedang diperiksa untuk identifikasi.

CENTCOM mengatakan pada hari Sabtu, 18 Juli bahwa empat tentara Amerika telah dibawa ke rumah sakit Yordania dan telah dipulangkan. Sejumlah personel yang diperiksa karena "cedera ringan" telah kembali bertugas.

Serangan Iran menghantam Muwaffaq Salti Air Base, salah satu pangkalan utama yang digunakan pasukan Amerika di Yordania. Selain menewaskan dua prajurit, Pentagon menyebut masih ada satu anggota militer yang belum teridentifikasi karena proses identifikasi jenazah masih berlangsung. Empat prajurit lainnya sempat dirawat akibat luka-luka sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. 

Laporan media Amerika menyebut salah satu rudal balistik Iran menghantam area hunian prefabrikasi tempat personel AS beristirahat. Serangan itu menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan puluhan ribu personel militer Amerika yang masih ditempatkan di berbagai pangkalan di Timur Tengah. 

Menyusul insiden tersebut, Presiden Donald Trump menegaskan Iran akan "membayar berkali-kali lipat" atas kematian kedua tentaranya. Pemerintah AS juga memastikan operasi militer terhadap sasaran Iran akan terus berlanjut sebagai bentuk respons atas serangan tersebut. 

Kematian Isabella Gonzales dan Tyler James Feehan menjadi korban jiwa terbaru di pihak militer Amerika dalam perang yang terus memanas antara Amerika Serikat dan Iran. Hingga kini, jumlah personel militer AS yang dilaporkan tewas sejak konflik pecah telah mencapai 17 orang, baik akibat serangan rudal dan drone maupun insiden operasional lainnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Trump Sebut AS Kini Jadi Negara Sepak Bola

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Trump Sebut AS Kini Jadi Ne...
Luar Negeri
Pertemuan Menlu ASEAN Dibuk...
Trump Perintahkan Pemberlakuan Tarif Baru 50% untuk Barang Kanada

Trump Perintahkan Pemberlakuan Tarif Baru 50% untuk Barang Kanada

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.