Para Perantau dari Sumbagsel di Babel Diajak Menumbuhkan Ekonomi
📅 Minggu, 26 Apr 2026, 10:01 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
PANGKALPINANG - Semua etnis pendatang dan lokal digandeng untuk bersama-sama memajukan ekonomi Babel. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani memperkuat silaturahmi dan solidaritas masyarakat perantauan se-Sumbagsel, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah itu.
"Kita terus memperkuat solidaritas dan berkontribusi positif dalam berbagai bidang demi pembangunan daerah," kata Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Minggu.
Gubernur Kepulauan Babel menyampaikan penguatan silaturahmi dan solidaritas antar-perantau saat menghadiri Halalbihalal Masyarakat Perantauan se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Tahun 2026 yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian dan pejabat negara, tokoh masyarakat, pemuka adat, jajaran pemerintahan, legislatif, petinggi BUMN, hingga para pengusaha di Palembang, Sumatera Selatan pada Sabtu (25/4).
"Ini momentum penting untuk mempererat hubungan antarperantau, menjalin silaturahmi, meningkatkan kekeluargaan, serta memperkuat kolaborasi sekaligus kontribusi bagi pembangunan daerah," katanya.
Ia menekankan silaturahmi ini sangat penting untuk lebih mempererat tali persaudaraan dan menjalin komunikasi yang baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini penting, karena kita dapat membangun jejaring yang kuat serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, baik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun di tempat kita beraktivitas saat ini,” ujarnya.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian mengajak para kepala daerah dan semua tokoh untuk merumuskan agenda prioritas yang nyata dan dapat direalisasikan serta dapat dituntaskan.
"Semangat kedaerahan perlu diarahkan menjadi energi positif melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Awasi Pelabuhan Tikus
Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengintensifkan pengawasan pelabuhan "tikus" atau pelabuhan tidak resmi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna mencegah peredaran narkoba di daerah itu.
"Babel ini sangat strategis, karena wilayah kepulauan yang banyak pintu masuknya bagi barang haram ini," kata Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengatakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki enam kabupaten dan satu kota yang memiliki pelabuhan resmi dan juga pelabuhan "tikus" yang dapat dijadikan sebagai pintu masuk utama peredaran gelap narkoba.
"Banyak pintu masuk narkoba di daerah ini, baik pintu masuk resmi yang dipantau TNI Angkat Laut, kepolisian, bea cukai dan instansi terkait lainnya, namun ada pintu masuk yang tidak terawasi, yaitu pelabuhan tikus dan pelabuhan tidak resmi inilah yang dijadikan para pengedar jaringan antar provinsi dan internasional untuk memasukkan barang haram ini," katanya.
Menurut dia, berdasarkan laporan BNN Provinsi Kepulauan Babel, jumlah masyarakat Kepulauan Babel yang terpapar penyalahgunaan narkoba sekitar 24.000 orang dan bukan jumlah kecil untuk wilayah kepulauan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!