Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daerah Diminta Siapkan Anggaran untuk Menangani Penyakit TBC

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 12:09 WIB | Oleh:
Daerah Diminta Siapkan Anggaran untuk Menangani Penyakit TBC Doc: ist
Ket. pemeriksaan

JAKARTA – Beban daerah bertambah lagi. Setelah dikurangi transfer ke daerah, kini harus menyediakan anggaran penanganan TBC. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus memastikan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) terintegrasi masuk dalam perencanaan dan anggaran daerah.

Menurutnya di Gorontalo, Kamis, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan dukungan penuh terhadap percepatan penanggulangan TBC dengan memastikan program tersebut menjadi bagian dari perencanaan pembangunan dan penganggaran pemerintah daerah (pemda).

Wamendagri mengatakan integrasi program penanggulangan TBC ke dalam dokumen perencanaan sampai penganggaran daerah penting untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan dan memiliki dukungan sumber daya memadai.

Kemendagri mendukung sepenuhnya program penanggulangan TBC dan selalu bersama-sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), khususnya untuk meyakinkan pemda bahwa program penanggulangan TBC masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),  Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sampai dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu masuk dalam  penyusunan rencana aksi daerah dan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB).

"Semua itu merupakan bentuk perhatian secara khusus Kemendagri dalam rangka penanggulangan TBC," kata Wamendagri Akhmad Wiyagus.

Dukungan Kemendagri tidak hanya diarahkan pada aspek kebijakan, kata dia, tetapi juga memastikan pemda memiliki komitmen dalam menerjemahkan program nasional ke dalam kebijakan dan pelaksanaan di daerah.

Wamendagri  juga mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo dalam pelaksanaan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Integrasi berbagai layanan dalam satu kegiatan menunjukkan bahwa koordinasi antarsektor telah berjalan sampai tingkat pelaksana.

“Tadi kita terkejut karena kolaborasi operasionalnya bukan hanya di tataran kita bicara, tetapi di level pelaksana sudah bisa mengeksekusi kalau ada kendala-kendala, khususnya terkait dengan masalah pendataan jadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan Dukcapil, kemudian juga dengan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), karena menyangkut pemberian bantuan dan renovasi perumahan yang sudah terprogram bisa tepat sasaran," katanya.

Kemendagri juga fokus pada pembentukan desa siaga, karena itu menjadi terdepan dan penting dalam intervensi kecamatan.

"Kabupaten juga melakukan secara berjenjang, sehingga akan mempercepat penanggulangan TBC kemudian menurunkan angkanya di Indonesia," kata Wamendagri.

Ia menilai keterlibatan lintas sektor menjadi faktor penting dalam penanggulangan TBC, karena persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan.

Aspek kependudukan, kondisi tempat tinggal, ketepatan sasaran bantuan sosial, serta penguatan peran pemerintah sampai tingkat desa, menurutnya, turut berpengaruh terhadap keberhasilan intervensi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
IQAir: Kualitas Udara Jakar...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.