Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cukup Scan QRIS, Liburan ke Badui Kini Bisa Naik Bus Rp1

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cukup Scan QRIS, Liburan ke Badui Kini Bisa Naik Bus Rp1 Doc: ANTARA/ Mansur
Ket. Perajin atap kirai di Kabupaten Lebak, Banten tengah memproduksi untuk memenuhi permintaan masyarakat Suku Badui yang sedang membangun rumah.

SERANG – Layanan angkutan bus khusus wisata dapat menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisata sekaligus mengelola arus pengunjung secara lebih teratur.

Dengan rute yang terintegrasi ke destinasi unggulan, jadwal yang pasti, dan tarif transparan, bus wisata mampu menekan ketergantungan pada kendaraan pribadi, mengurangi kemacetan, serta menurunkan emisi di kawasan wisata yang rentan padat.

Namun, efektivitasnya bergantung pada desain layanan yang adaptif terhadap pola kunjungan wisatawan. Tanpa konektivitas first–last mile, informasi digital yang memadai, serta standar kenyamanan yang kompetitif, minat pengguna bisa rendah.

Karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data untuk menentukan rute dan frekuensi, kolaborasi dengan pelaku pariwisata, serta integrasi tiket dan promosi agar bus wisata tidak hanya menjadi moda alternatif, tetapi pilihan utama yang efisien dan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Banten bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten dan Perum Damri resmi meluncurkan layanan angkutan bus khusus wisata budaya Badui Rp1 dengan metode pembayaran QRIS tap.

Gubernur Banten, Andra Soni, di Serang, Minggu (26/4), mengatakan bahwa terobosan ini merupakan respons pemerintah terhadap tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan adat Badui. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat menikmati tarif promo yang sangat terjangkau.

"Berkat dukungan dari BI Banten dan Perum Damri, kita melaksanakan launching QRIS tap untuk transportasi wisata budaya Badui jurusan Serang-Ciboleger. Selama satu bulan ke depan, masyarakat cukup membayar Rp1 menggunakan QRIS," kata Andra usai peluncuran QRIS tap moda transportasi wisata budaya Badui di Alun-alun Kota Serang, Banten.

Andra menjelaskan, layanan ini merupakan kelanjutan dari program transportasi umum terintegrasi TransBanten yang saat ini telah beroperasi. Pemprov Banten juga berencana mengembangkan layanan serupa untuk daerah wisata lainnya di Banten guna memberikan kenyamanan mobilitas bagi masyarakat.

Pemanfaatan sistem pembayaran digital ini didukung oleh tingginya penetrasi pengguna QRIS di wilayah tersebut. Andra menyebut, dari total 60 juta pengguna QRIS di seluruh Indonesia, sebanyak 3 juta pengguna di antaranya berasal dari Banten.

Angka ini dinilai cukup besar secara proporsional terhadap jumlah penduduk dan akan terus dioptimalkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala BI Banten, Ameriza M. Moesa, mengapresiasi langkah Pemprov Banten yang terus mendorong digitalisasi sarana transportasi publik, khususnya di jalur pariwisata.

"Sektor pariwisata merupakan sektor unggulan yang terus dikembangkan dan diharapkan bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Dengan memudahkan masyarakat membayar secara digital, kami optimistis kunjungan wisatawan ke Banten akan semakin bertambah dan menggerakkan roda perekonomian," ujar Ameriza.

Ia menambahkan, ke depan BI bersama Damri siap memperluas jalur layanan wisata ke destinasi lain, salah satunya rute menuju kawasan Pantai Sawarna. Selain itu, aksesibilitas juga diharapkan tidak hanya bertumpu dari Kota Serang, tetapi dapat ditarik dari kawasan Tangerang yang dinilai memiliki potensi pasar wisatawan sangat besar.

Terkait operasional, angkutan wisata rute Serang-Ciboleger saat ini dilayani oleh dua unit armada bus Damri. Jadwal keberangkatan ditetapkan pukul 06.00 WIB dari Serang dan pukul 12.00 WIB dari titik Badui.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pelaku Tawuran dan Bullying...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.