Kenali Penyakit Ginjal Kronis Sejak Dini agar Tak Berakhir Gagal Ginjal
📅 Sabtu, 25 Apr 2026, 21:05 WIB | Oleh: Haryo BronoSelain itu, penderita sering merasa lemas, mudah lelah, mual, kehilangan nafsu makan, hingga mengalami penurunan berat badan. Penyakit ginjal kronis juga dapat menyebabkan anemia karena tubuh kekurangan hormon pembentuk sel darah merah. Dalam jangka panjang, tulang menjadi rapuh dan mudah patah, daya tahan tubuh menurun, serta risiko gangguan irama jantung meningkat akibat kadar kalium yang terlalu tinggi.
Penderita penyakit ginjal kronis juga memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung koroner, gangguan pembuluh darah, dan stroke. Karena itu, deteksi dini menjadi hal yang sangat penting.
Prof. Aida menekankan bahwa mencegah penyakit ginjal jauh lebih baik daripada mengobatinya. Langkah pertama adalah mengenali faktor risiko yang dimiliki, terutama bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, riwayat batu ginjal, atau anggota keluarga dengan penyakit ginjal.
Ia menyarankan masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk tes darah dan urine, karena gangguan ginjal stadium dini sering kali hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Penyakit ginjal stadium dini sering kali hanya diketahui melalui tes darah dan urine,” tegasnya.
Menjaga tekanan darah dan gula darah tetap terkontrol menjadi langkah penting untuk melindungi ginjal. Pola makan sehat dengan membatasi konsumsi garam, memperbanyak sayur dan buah, serta mencukupi kebutuhan air putih juga sangat dianjurkan.
Selain itu, masyarakat disarankan rutin berolahraga sedikitnya 30 menit sebanyak tiga hingga lima kali dalam sepekan, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, dan menghindari alkohol. Penggunaan obat pereda nyeri, jamu, atau herbal secara sembarangan juga perlu dihindari karena sebagian produk dapat merusak ginjal jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prof. Aida menegaskan bahwa penyakit ginjal kronis bukanlah kondisi yang datang secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan akibat berbagai faktor risiko yang kerap diabaikan.
“Dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri, kita dapat mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut dan menjaga kualitas hidup tetap optimal,” lanjut Prof. Aida.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!