Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SPMB SD 2026 di Semarang Diwarnai Keluhan, Orang Tua Serbu Posko Aduan.

📅 Selasa, 09 Jun 2026, 06:13 WIB | Oleh:
SPMB SD 2026 di Semarang Diwarnai Keluhan, Orang Tua Serbu Posko Aduan. Doc: Antara Foto
Ket. Puluhan orang tua siswa mengantre di Posko Aduan SPMB 2026 di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, Senin (8/6).

Puluhan orang tua siswa mendatangi posko aduan dl Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang, Senin, untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi pada hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SD.

Mereka tampak mengantre di samping Aula Kantor Disdik Kota Semarang yang difungsikan sebagai Posko Aduan SPMB Kota Semarang.

Kendala yang disampaikan antara lain mengenai proses pendaftaran SPMB, mulai dari data siswa yang belum sinkron dengan sistem hingga pengurusan mutasi peserta didik dari luar daerah.

Seorang wali murid, Siti (31) mengaku mendatangi posko aduan karena mengalami kendala saat mendaftarkan anaknya yang bernama Amanda di sistem SPMB.

Menurut dia, sistem pendaftaran tidak dapat memproses data anaknya karena data asal sekolah belum masuk ke basis data Disdik Kota Semarang.

Kondisi tersebut membuat proses pendaftaran anak Siti ke SD Negeri 1 Tandang di sistem SPMB melalui jalur domisili tertunda karena data yang diperlukan belum tersinkronkan.

"Data sekolah TK anak saya belum masuk, belum di-'update' ke sistem. Pas tadi daftar SPMB online nggak bisa. Dari sekolah disaranin buat mengurus masalah itu ke posko Disdik," katanya.

Wali murid lainnya, Purwanto (45) juga mendatangi Posko Aduan Disdik Kota Semarang untuk mengurus surat mutasi keponakannya yang baru pindah dari Kalimantan, dan ingin bersekolah di SDN 01 Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan.

"Saya mengantar keponakan mengurus surat mutasi. Keponakan saya dari Kalimantan mau daftar sekolah, kami dapat saran dari sekolah yang dituju untuk ke posko dinas agar mendapatkan surat mutasi supaya bisa masuk ke sistem SPMB," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Kota Semarang Ali Sofyan mengatakan pendaftaran SPMB jenjang TK dan SD telah dibuka sejak Senin dengan proses yang dilakukan penuh melalui sistem daring.

Menurut dia, masalah yang paling sering ditemukan adalah ketidaksesuaian data kependudukan sehingga data siswa gagal tersinkron dengan sistem SPMB 2026.

"Kalau belum bisa masuk ke sistem (SPMB) biasanya terjadi karena ada perbedaan data. Mungkin NIK atau nomor KK bermasalah. Satu huruf atau satu angka saja tidak sama, datanya tidak akan bisa masuk," katanya.

Untuk mengatasi berbagai kendala para orang tua, Disdik Kota Semarang melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) serta Dinas Sosial (Dinsos) dalam posko terpadu.

Selain persoalan administrasi dan sinkronisasi data, Ali mengatakan keluhan lain yang banyak muncul berkaitan dengan jalur prestasi, sebab tak sedikit orang tua dan calon peserta didik tidak mengunggah sertifikat kejuaraan ke dalam aplikasi Sang Juara sehingga tidak tercatat dalam sistem SPMB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.