Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Serukan Media Dorong Cakupan Imunisasi Nasional

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 19:45 WIB | Oleh:
Kemenkes Serukan Media Dorong Cakupan Imunisasi Nasional Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta media mengambil peran strategis untuk meningkatkan cakupan imunisasi di Indonesia. Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menegaskan imunisasi merupakan investasi kesehatan efektif untuk mencegah keparahan penyakit serta kematian di Indonesia.

“Kita lihat bahwa cerita-cerita tentang cacar, polio, kemudian penyakit-penyakit lain, itu kematiannya sangat besar. Dan kalau sudah bisa tereradikasi, menjadi hilang dari permukaan bumi,” kata Dante Saksono dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (24/4).

Lebih lanjut, Wamenkes Dante menyoroti pengalaman pandemi Covid-19 sebagai pelajaran penting. Ia menyebut angka kematian lebih banyak terjadi pada kelompok yang belum divaksinasi.

“Berkaca dari Covid-19, lebih banyak orang tidak divaksin yang meninggal. Karena itu, media berperan penting mendorong masyarakat melengkapi vaksinasi,” ujar dia.

Ia pun menyampaikan tiga pesan utama kepada media. Pertama, media diminta menjadi edukator di tengah maraknya disinformasi.

“Yang pertama, jadilah edukator yang baik. Di tengah maraknya infodemic, satu tulisan jurnalis yang berkualitas bisa menjadi pelurus berbagai informasi keliru,” kata Dante.

Kedua, media diharapkan menghadirkan narasi positif agar masyarakat terdorong mengikuti vaksinasi secara sukarela. Ketiga, media diminta konsisten menyajikan informasi aktual dengan merujuk sumber kredibel seperti tenaga medis dan institusi pendidikan terpercaya.

“Imunisasi itu baik, imunisasi itu sehat, imunisasi tidak ada efek sampingnya, maka tentu mereka akan datang. Media perlu menggali dan menyebarluaskan informasi tersebut agar masyarakat mendapat informasi yang bisa dipercaya,” kata Dante.

Sementara, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pant, menegaskan imunisasi merupakan intervensi kesehatan paling efektif dan efisien secara global. Ia menambahkan, vaksinasi anak diperkirakan mampu mencegah sekitar 4 juta kematian setiap tahun.

“Tiap dollar yang kita investasikan untuk imunisasi. Kemudian ada return sebesar 52 dollar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah,” kata Sujala.

Menurut dia, momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026 harus dimanfaatkan memperkuat komitmen dalam membangun sistem kesehatan nasional yang tangguh. Langkah ini dinilai penting guna mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas kesehatan masyarakat berkelanjutan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Daerah
Tumpukan Sampah di Gowa Mak...
Olahraga
Indonesia Lolos ke Semifina...
Ekonomi
Bea Cukai Sita Barang Impor...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.