Singapura Tolak Pengenaan Tarif Bagi Kapal yang Melintasi Selat Malaka
📅 Kamis, 23 Apr 2026, 09:10 WIB | Oleh: Lili LestariPurbaya mengatakan, gagasan untuk mengenakan pungutan tersebut terinspirasi dari rencana Iran untuk membebankan biaya kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz. Selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia itu menangani sekitar seperempat perdagangan minyak dunia yang diangkut melalui laut.
Selat tersebut sebagian besar telah terblokir oleh Iran sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap negara di Asia Barat itu. Perang tersebut kini memasuki minggu kedelapan.
Purbaya meyakini pendekatan serupa dapat menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan jika diterapkan di Selat Malaka melalui kerja sama antara tiga negara pesisir.
“Iran kini berencana mengenakan biaya kepada kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kalau kita bagi tiga – Indonesia, Malaysia, dan Singapura – lumayan, kan. Punya kita jalurnya paling besar paling panjang, Singapura kecil, Malaysia sama kita bagi dua lah," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Purbaya menegaskan bahwa penerapan kebijakan tersebut tidak akan mudah. Setiap pungutan memerlukan kesepakatan dengan Malaysia dan Singapura, yang juga memiliki wilayah di sepanjang Selat Malaka.
Menurutnya, meskipun Indonesia menguasai bagian perairan terbesar, kebijakan tersebut tidak dapat diputuskan secara sepihak karena melibatkan kepentingan lintas batas.
“Kalau bisa seperti itu, tetapi, kan, tidak seperti itu. Jadi, dengan segala kekayaan kita, kita tidak boleh berpikir defensif; kita harus main ofensif, tetapi terukur,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!