Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tren Traveling Naik, Honest Card Catat Lonjakan Transaksi Global

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 19:30 WIB | Oleh:
 Tren Traveling Naik, Honest Card Catat Lonjakan Transaksi Global Doc: Honest
Ket. Ilustrasi penggunaan kartu Honest Card untuk mengakses transportasi umum di luar negeri. Tren traveling luar negeri masyarakat Indonesia meningkat sepanjang 2025. Honest Card mencatat lonjakan transaksi global hingga 38 persen dengan fitur kurs transparan tanpa biaya tambahan.

JAKARTA — Minat masyarakat Indonesia untuk bepergian dan berbelanja di luar negeri tetap tinggi sepanjang 2025, meski kondisi ekonomi tengah menghadapi tekanan. Fenomena ini tercermin dari meningkatnya aktivitas transaksi internasional, termasuk yang tercatat oleh PT Honest Financial Technologies melalui produk Honest Card.

Data internal perusahaan menunjukkan, transaksi luar negeri pengguna Honest Card meningkat sebesar 38 persen sepanjang 2025. Kenaikan ini sejalan dengan tren perjalanan internasional warga Indonesia yang juga mengalami lonjakan signifikan.

Ketua Umum ICPI, Azril Azahari, menyebut minat bepergian ke luar negeri diperkirakan terus berlanjut hingga akhir tahun, terutama pada periode libur Natal dan Tahun Baru. Ia menilai tingginya biaya wisata domestik menjadi salah satu faktor pendorong masyarakat memilih destinasi luar negeri seperti Malaysia dan Singapura yang dianggap lebih terjangkau.

Sejalan dengan tren tersebut, Honest Card mencatat nilai transaksi luar negeri mencapai Rp 95 miliar pada periode Januari hingga September 2025. Perusahaan mengklaim pengguna dapat menghemat biaya hingga Rp3,8 miliar berkat fitur bebas biaya konversi mata uang asing.

Brand Marketing Lead PT Honest Financial Technologies, Amertya Ardya, mengatakan transparansi kurs menjadi faktor penting bagi pengguna saat bertransaksi di luar negeri.

“Masyarakat kini semakin cermat dalam mengatur pengeluaran. Mereka ingin memastikan setiap transaksi dilakukan dengan nilai tukar yang wajar tanpa biaya tersembunyi,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Honest Card menawarkan penggunaan kurs aktual tanpa markup, berbeda dengan kartu kredit konvensional yang umumnya mengenakan biaya konversi sekitar 1 hingga 4 persen per transaksi. Selain itu, seluruh transaksi dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi, sehingga pengguna dapat mengontrol pengeluaran selama bepergian.

Dari sisi pola belanja, pengeluaran pengguna di luar negeri didominasi oleh sektor kuliner, ritel, dan transportasi. Negara dengan aktivitas transaksi tertinggi meliputi Jepang, Tiongkok, serta kawasan Asia Tenggara.

Untuk mendukung kenyamanan bertransaksi, Honest Card juga menyediakan fitur pembayaran nirsentuh (contactless payment) menggunakan kartu fisik. Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan pembayaran dengan menempelkan kartu pada mesin, tanpa perlu memasukkan PIN atau menggesek kartu, dan telah dapat digunakan di berbagai sistem transportasi seperti MRT di Singapura dan Thailand.

Selain itu, Honest Card menawarkan periode bebas bunga dan biaya administrasi hingga 47 hari bagi pengguna yang membayar tagihan secara penuh dan tepat waktu.

Perusahaan menilai, kombinasi transparansi biaya dan kemudahan transaksi menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan penggunaan kartu di luar negeri, sekaligus mencerminkan perubahan perilaku konsumen Indonesia yang semakin selektif dalam mengelola pengeluaran saat bepergian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

BPBD DKI Jakarta Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.