Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kesepakatan Damai AS-Iran Buka Jalan Dana Investasi US$300 Miliar untuk Rekonstruksi Ekonomi

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 06:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kesepakatan Damai AS-Iran Buka Jalan Dana Investasi US$300 Miliar untuk Rekonstruksi Ekonomi Doc: Antara
Ket. Ilustrasi pembicaraan damai antara AS dan Iran.

Dubai - Sebuah dana investasi swasta senilai 300 miliar dolar AS yang dirancang untuk mendorong investasi ke Iran menjadi salah satu bagian utama dalam kesepakatan kerangka kerja antara Amerika Serikat dan Iran. Sumber yang mengetahui langsung proses negosiasi tersebut mengatakan bahwa lebih dari separuh dana itu telah mendapatkan komitmen pendanaan dari para investor.

Dilansir dari The Straits Times, menurut sumber tersebut, dana investasi itu disiapkan untuk memberikan insentif ekonomi bagi kedua negara agar dapat mencapai kesepakatan final. Rencana tersebut belum diumumkan secara resmi karena Washington dan Teheran masih bersiap menandatangani kesepakatan pada Jumat (19/6) mendatang.

Pada 14 Juni, pejabat AS dan Iran menyatakan kedua negara telah menyepakati kerangka kerja untuk mengakhiri konflik yang pecah setelah serangan militer AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Kesepakatan itu juga mencakup penghentian blokade AS terhadap Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan minyak dan gas dunia.

Dana baru yang akan diberi nama Reconstruction and Development Fund itu merupakan kendaraan investasi swasta, bukan program rekonstruksi atau kompensasi perang. Dana tersebut tidak akan menggunakan anggaran pemerintah maupun hibah negara.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa sejumlah perusahaan dari Amerika Serikat, negara-negara Teluk Arab, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika telah menyatakan komitmen untuk berinvestasi. Investasi yang dijanjikan mencakup sektor energi, logistik, manufaktur, dan transportasi.

Dana Investasi

Sementara itu, sumber senior Iran mengatakan Teheran sebelumnya meminta kompensasi perang sebesar 400 miliar dolar AS kepada Washington. Namun, pemerintah AS menolak memberikan kompensasi tersebut sehingga muncul gagasan pembentukan dana investasi bersama sebagai alternatif.

Melalui mekanisme itu, negara-negara kawasan dapat berkontribusi dengan berbagai cara, seperti menjamin pinjaman, membuka fasilitas kredit, atau membiayai langsung pembangunan kembali fasilitas yang rusak akibat perang. Beberapa proyek yang diprioritaskan antara lain kompleks baja Mobarakeh, kilang minyak, bandara, serta berbagai infrastruktur strategis lainnya.

Sebagai salah satu ekonomi terbesar di Timur Tengah, Iran selama empat dekade terakhir nyaris tidak menerima investasi asing langsung dalam jumlah signifikan akibat berbagai sanksi internasional yang membatasi aksesnya ke pasar keuangan global.

Padahal, Iran memiliki cadangan gas alam terbesar kedua di dunia dan cadangan minyak terbesar keempat. Negara itu juga memiliki populasi lebih dari 92 juta jiwa dengan tingkat pendidikan yang relatif tinggi serta basis industri yang beragam, mulai dari petrokimia, pertambangan, pariwisata hingga pertanian.

Sumber tersebut menegaskan dana investasi senilai 300 miliar dolar AS itu terpisah dari jalur negosiasi lain yang membahas pencabutan sanksi AS dan pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Dana tersebut baru akan dibentuk dan mulai beroperasi setelah kesepakatan final tercapai. Nota kesepahaman yang akan ditandatangani nantinya hanya menjadi kerangka kerja selama 60 hari untuk mempersiapkan proyek-proyek investasi.

"Dananya baru akan dibentuk setelah kesepakatan final ditandatangani. Selama 60 hari itu, pengelola dana akan bekerja sama dengan pihak Iran dan para investor untuk merancang serta menentukan ruang lingkup proyek," kata sumber tersebut.

Wakil Presiden AS, J. D. Vance, sebelumnya menyatakan Iran berpotensi memperoleh akses terhadap dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS yang didukung negara-negara Teluk apabila mematuhi kesepakatan dengan Washington, termasuk membongkar program nuklirnya, menghapus stok material yang telah diperkaya, serta menerima rezim inspeksi dan pengawasan yang ketat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Tim SAR Jepang Intensifkan ...
Luar Negeri
Para Pemimpin Serukan Perla...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Gemarikan Cegah "Stunting" Digencarkan Forikan Kalbar untuk Bangun Generasi Indonesia Emas 2045

Gemarikan Cegah "Stunting" Digencarkan Forikan Kalbar untuk Bangun Generasi Indonesia Emas 2045

29 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 3
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
# 3
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
📅 Rabu, 29-Jul-2026
Pelaku Usaha Tunggu Kepastian BI
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.