Kalah di Final Copa del Rey, Atletico Cari Penebusan di Liga Champions
📅 Senin, 20 Apr 2026, 00:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraSEVILLA, SPANYOL — Kekalahan itu bukan sekadar hasil akhir, melainkan luka yang terasa dalam bagi Atletico Madrid. Di bawah sorot lampu Stadion La Cartuja, tim asuhan Diego Simeone harus merelakan trofi Copa del Rey melayang setelah tumbang dari Real Sociedad lewat adu penalti yang menyisakan kepedihan mendalam.
Simeone mencoba tegar. Namun gestur tubuhnya mencerminkan kelelahan emosional seorang pelatih yang kembali gagal membawa timnya meraih trofi domestik. Gelar Copa terakhir Atletico hadir pada tahun 2013, sebuah jarak waktu yang kini terasa semakin jauh.
Padahal, kemenangan di ajang ini diyakini bisa menjadi pijakan ideal menuju ambisi yang lebih besar: menembus final Liga Champions, trofi yang selama ini terus menghindar dari genggaman mereka. Harapan itu sempat membumbung tinggi, namun runtuh di Sevilla.
Trofi terakhir Atletico datang dari La Liga 2021, ketika Luis Suarez menjadi ujung tombak yang menentukan. Sejak itu, klub kembali memasuki fase penantian. Bahkan, kesempatan memberikan perpisahan manis bagi Antoine Griezmann dengan sebuah trofi kini ikut sirna.
Meski demikian, Simeone menolak larut sepenuhnya dalam kekecewaan. Kekalahan 4-3 dalam adu penalti, setelah skor 2-2 di waktu normal, memang menyakitkan, terlebih dua algojo, Alexander Sorloth dan Julian Alvarez, gagal menuntaskan tugasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Cara kami bertanding membuat saya tetap tenang,” ujar Simeone. Namun ia tak menutupi luka yang masih terasa. “Hari ini sangat menyakitkan. Kami butuh kemenangan, tapi tidak mendapatkannya. Suporter tidak membutuhkan kata-kata—mereka butuh hasil.”
Lebih dari 30.000 pendukung Atletico memadati Sevilla dengan harapan tinggi. Mereka pulang dalam diam, membawa kekecewaan yang sama besarnya dengan para pemain di lapangan.
Padahal, optimistis sempat membuncah setelah Atletico menyingkirkan Barcelona di fase sebelumnya. Simeone bahkan menyebut timnya “siap” untuk berburu gelar Eropa. Namun, Real Sociedad menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju kejayaan tidak pernah mudah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gelandang Marcos Llorente mencoba menjaga api semangat tetap menyala. “Kami masih punya Liga Champions. Ada pertandingan besar menanti. Kami berutang kepada para suporter yang datang ke sini,” ujarnya.
Tidak ada waktu lama untuk meratapi kegagalan. Atletico kini dihadapkan pada ujian sesungguhnya: duel melawan Arsenal di semifinal Liga Champions. Laga leg pertama akan digelar di Madrid pada tanggal 29 April, sebuah panggung penebusan bagi Los Rojiblancos.
“Dalam sepak bola, Anda tidak bisa berlama-lama dalam kekalahan,” lanjut Llorente. “Ini berat, tapi kami harus bangkit. Sekarang bagian terpenting dimulai.”
Kapten tim, Koke, bahkan tak mampu menyembunyikan air mata usai laga. Namun di balik emosinya, ia menyampaikan pesan yang sama tegasnya. “Kami sudah memberikan segalanya. Tapi hidup memang seperti ini—menyakitkan, dan kami harus terus melangkah.”
Atletico bukan tim yang asing dengan penderitaan. Mereka pernah dua kali jatuh di final Liga Champions, 2014 dan 2016, keduanya dari tangan rival sekota, Real Madrid. Luka itu membentuk karakter tim yang keras dan pantang menyerah.
Kini, dengan Real Madrid tidak lagi menjadi penghalang, jalan menuju sejarah terbuka kembali. Namun syaratnya satu: Atletico harus bangkit. Liga Champions kini bukan sekadar target, melainkan satu-satunya harapan untuk menebus luka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!