Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Reformasi PSG di era Luis Enrique Berbuah Manis sebagai Kampiun Eropa

📅 Minggu, 31 Mei 2026, 11:07 WIB | Oleh:
Reformasi PSG di era Luis Enrique Berbuah Manis sebagai Kampiun Eropa Doc: ANTARA/Xinhua/Henri Szwarc
Ket. Pemain Paris Saint-Germain (PSG) merayakan kemenangan di upacara pemberian penghargaan setelah mengalahkan Paris FC di final Champions Ligue 1 2026 di Paris, Prancis, Minggu (17/5).

JAKARTA - Akhirnya Paris Saint Germain-lah yang memutus rangkaian laga tanpa kekalahan Arsenal selama Liga Champions musim ini.

PSG juga yang menggagalkan The Gunners menjuarai kompetisi ini untuk pertama kalinya, ketika tendangan Gabriel Magalhaes melambung dari gawang PSG dalam sepakan terakhir adu penalti.

Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, laga final Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, akhirnya dimenangi PSG dengan skor 4-3 melalui adu penalti. Gol cepat Kai Havertz pada awal pertandingan sempat membawa Arsenal unggul sebelum Ousmane Dembele menyamakan kedudukan lewat titik penalti pada babak kedua.

Nyaris dalam semua aspek, PSG mendominasi laga final itu sehingga pantas menjuarai Liga Champions sekaligus menjuarai kompetisi elite Eropa itu dalam dua musim berturut-turut.

Le Parisiens mendikte jalannya pertandingan bukan hanya melalui penguasaan bola, tetapi juga lewat kemampuan mereka menembus sepertiga akhir pertahanan lawan. Achraf Hakimi dkk mengusai penguasaan bola dengan 65 persen berbanding 25 persen yang dikuasai Martin Odegaard cs.

Dominasi PSG juga tercermin dari jumlah peluang yang mereka ciptakan. Klub asal Paris itu melepaskan 21 percobaan, dengan empat di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara itu, Arsenal hanya mampu mencatatkan delapan peluang, dan hanya satu yang tepat sasaran.

Bukti lain yang memperlihatkan PSG menjadi penguasa final Liga Champions adalah frekuensi mereka dalam memasuki sepertiga terakhir lapangan. Dari statistik UEFA, PSG melakukan 44 tusukan ke sepertiga terakhir lapangan ketika Arsenal hanya bisa dua kali.

PSG juga 13 kali masuk area penalti Arsenal, atau lebih dari dua kali lipat yang dilakukan The Gunners di area penalti PSG.

Arsenal memang tangguh dan solid dalam bertahan dengan organisasi pertahanan yang rapat. Namun, pada laga ini PSG tampil lebih efektif, baik dalam meredam serangan balik maupun mematikan inisiatif menyerang tim asuhan Mikel Arteta yang baru saja mengakhiri penantian 22 tahun untuk kembali menjuarai Liga Premier Inggris.

Skema 4-3-3 yang diterapkan Luis Enrique bekerja dengan sangat baik. PSG mampu menekan Arsenal sejak fase awal pembangunan serangan sehingga ruang gerak para pemain Arsenal menjadi sangat terbatas.

Trio Joao Neve, Vitinha, dan Fabian Ruiz, dibantu duo bek sayap Nuno Mendes dan Achraf Hakimi, memastikan superioritas PSG di kedua sisi lapangan dan tengah lapangan.

Mereka berhasil mematikan Bukayo Saka dan Leandro Trossard di kedua sayap serang Arsenal, dan saat bersamaan mendorong Declan Rice-Myles Lewis-Skelly di poros permainan Arsenal menjadi lebih fokus ke belakang untuk melapis pertahanan, ketimbang turut merancang serangan.

Meskipun begitu, pertahanan rapat Arsenal yang bertumpu pada William Saliba dan Gabriel Magalhaes serta keandalan kiper David Raya, menyulitkan pemain-pemain PSG dalam mengoptimalkan peluang.

PSG sampai dipaksa menggantungkan diri kepada gol penalti Ousmane Dembele untuk menyamakan kedudukan, setelah selama hampir satu jam diungguli Arsenal berkat gol cepat Kai Havertz.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.