Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran 'Tutup Pintu' Dialog! Tolak Mentah-mentah Perundingan Putaran Kedua dengan AS

📅 Senin, 20 Apr 2026, 19:25 WIB | Oleh:
Iran 'Tutup Pintu' Dialog! Tolak Mentah-mentah Perundingan Putaran Kedua dengan AS Doc: Anadolu Agency
Ket. Pemerintah Iran dilaporkan menolak untuk melanjutkan putaran kedua pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik yang tengah berlangsung. Keputusan ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan rencana pengiriman delegasi ke Pakistan.

JAKARTA - Pemerintah Iran dilaporkan menolak untuk melanjutkan putaran kedua pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik yang tengah berlangsung. Keputusan ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan rencana pengiriman delegasi ke Pakistan.

Laporan tersebut disampaikan oleh media pemerintah Iran pada Minggu malam melalui kantor berita resmi IRNA. Penolakan ini menandai meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara di tengah upaya mencari solusi damai.

Menurut IRNA, keputusan Teheran diambil setelah pembicaraan sebelumnya yang berlangsung di Pakistan tidak membuahkan hasil. Iran menilai tidak ada perkembangan signifikan yang dapat menjadi dasar untuk melanjutkan negosiasi ke tahap berikutnya.

Pihak Iran juga menyoroti sejumlah faktor yang dianggap menghambat proses dialog. Di antaranya adalah tuntutan Amerika Serikat yang dinilai berlebihan serta perubahan sikap yang terjadi di Washington selama proses perundingan.

Selain itu, Iran turut menyinggung keberlanjutan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan mereka. Kondisi tersebut dinilai tidak menciptakan suasana yang kondusif untuk membangun kepercayaan dalam proses negosiasi.

IRNA menyebut bahwa situasi saat ini tidak memberikan prospek yang menjanjikan untuk negosiasi serius. Pernyataan tersebut mempertegas posisi Iran yang enggan melanjutkan dialog dalam kondisi yang dianggap tidak seimbang.

Media tersebut juga mengkritik laporan mengenai rencana putaran kedua pembicaraan di Pakistan. Iran menilai informasi tersebut sebagai bagian dari kampanye media yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk meningkatkan tekanan politik terhadap Teheran.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa perwakilan Amerika Serikat akan tiba di Islamabad pada Senin malam. Kehadiran delegasi tersebut dimaksudkan untuk melanjutkan diskusi guna mencari jalan keluar dari konflik yang terjadi.

Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran mengenai kehadiran delegasi mereka dalam pertemuan lanjutan tersebut. Ketidakpastian ini menimbulkan keraguan atas kelanjutan proses diplomasi yang tengah berlangsung.

Situasi ini menunjukkan bahwa upaya penyelesaian konflik melalui jalur dialog masih menghadapi tantangan besar. Perbedaan posisi dan kepentingan antara kedua negara menjadi hambatan utama dalam mencapai kesepakatan.

Para pengamat menilai bahwa tanpa adanya kompromi dari kedua belah pihak, peluang tercapainya kesepakatan damai akan semakin kecil. Di sisi lain, ketegangan yang berlarut-larut berpotensi memperburuk stabilitas kawasan.

Dengan kondisi tersebut, perhatian internasional kini tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil oleh kedua negara. Kejelasan sikap dan komitmen terhadap dialog menjadi kunci dalam menentukan arah penyelesaian konflik ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kilang Pertamina Plaju Beka...
Megapolitan
Yukkk Ikuti Acara Unik: Bak...
Megapolitan
Polisi Gagalkan Peredaran N...
Megapolitan
Blok M Diharapkan Menjadi...

Jakarta Terus Berupaya Memperbaiki Udara

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Memp...
Megapolitan
Sumber Daya Hayati Berkelan...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.