Tentara UNIFIL Prancis Tewas dalam Serangan di Lebanon
📅 Minggu, 19 Apr 2026, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STidak jelas apakah Hezbollah akan mematuhi gencatan senjata yang tidak mereka negosiasikan, terutama ketika hal itu membiarkan pasukan Israel menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan.
Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian
UNIFIL, Pasukan Sementara PBB di Lebanon, pertama kali dikerahkan pada tahun 1978 di sepanjang perbatasan antara Israel dan Lebanon dan tetap berada di sana melalui berbagai konflik berturut-turut, termasuk perang tahun 2024 di mana posisinya berulang kali menjadi sasaran tembakan.
Bulan lalu, dua pasukan penjaga perdamaian PBB tewas di Lebanon selatan di tengah invasi darat Israel ke negara itu. UNFIL mengatakan mereka tewas ketika sebuah ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para pemimpin dunia telah mengutuk meningkatnya kekerasan dan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.
Bulan lalu, dalam sebuah unggahan di X, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam perang untuk mematuhi hukum internasional dan memastikan keamanan seluruh personel PBB.
“Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian,” kata Guterres.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!