Prabowo Wanti-wanti Ancaman Perang Dunia III
📅 Selasa, 03 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: istimewa
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran pemerintah pusat dan daerah tentang meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap potensi terjadinya Perang Dunia III.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam taklimat "Sekarang di tingkat dunia, mengkhawatirkan akan terjadi Perang Dunia III," kata Prabowo saat Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Seperti dikutip dari Antara, Kepala Negara menyampaikan gambarannya akan dampak global yang bisa dirasakan negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik, seperti Indonesia.
Termasuk berbagai simulasi global menunjukkan perang nuklir akan membawa dampak lintas negara, mulai dari paparan partikel radioaktif hingga kerusakan lingkungan jangka panjang.
“Kita yang tidak terlibat saja pasti kena partikel-partikel radio aktif. Mungkin ikan-ikan kita akan terkontaminasi, semua akan terjadi nuklir winter dan menutup matahari tidak setahun-dua tahun, para ahli mengatakan bisa winternya itu puluhan tahun," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menghadapi situasi tersebut, Presiden menegaskan komitmennya menjalankan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, namun tetap nonblok dan tidak bergabung dengan pakta militer mana pun.
Ia menyebut prinsip tersebut sebagai amanat konstitusi dan warisan para pendiri bangsa yang harus terus dijaga.
Presiden Prabowo mengatakan bahwa filosofi diplomasi yang dipegangnya adalah memperbanyak kawan dan meminimalkan lawan.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa sikap nonblok berarti Indonesia harus siap berdiri di atas kekuatan sendiri jika menghadapi ancaman.
“Kalau kita sungguh-sungguh mau nonblok, mau tidak terlibat dalam pakta, mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri, kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita, percaya sama saya,” ujarnya.
Karena itu, Presiden menekankan pentingnya kemandirian nasional dan kepercayaan pada kekuatan sendiri, sebagaimana diajarkan Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Ia menyebut dunia saat ini berada dalam kondisi nyata, bukan ideal, di mana kekuatan masih menjadi faktor penentu dalam hubungan internasional.
Menurut Presiden, tugas utamanya sebagai pemegang mandat rakyat adalah menjaga keselamatan bangsa dan melindungi seluruh rakyat Indonesia.
Ia menegaskan Indonesia tidak menginginkan perang, namun harus selalu siap menghadapinya sebagai langkah pencegahan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!