Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Privasi Pemain Jadi Sorotan, Australia Open Lakukan Evaluasi Kebijakan Kamera

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 10:13 WIB | Oleh:
Privasi Pemain Jadi Sorotan, Australia Open Lakukan Evaluasi Kebijakan Kamera Doc: AFP
Ket. CEO Tennis Australia sekaligus direktur turnamen Australia Open, Craig Tiley.

MELBOURNE, AUSTRALIA — CEO Tennis Australia sekaligus direktur turnamen Australia Open, Craig Tiley, menegaskan pihaknya telah mendengar keluhan para pemain terkait isu privasi di luar lapangan. Pernyataan tersebut disampaikan Tiley pada hari Kamis (29/1), menyusul meningkatnya sorotan atas keberadaan kamera di area non-pertandingan.

Komentar Tiley di acara Tennis Channel Live muncul tak lama setelah insiden yang melibatkan unggulan ketiga, Coco Gauff. Petenis asal Amerika Serikat itu terekam kamera meluapkan frustrasi dengan membanting raket di lantai area belakang panggung usai kalah cepat 1-6, 2-6 dari Elina Svitolina pada perempat final Australia Open.

Rekaman tersebut menyebar luas dan membuat Gauff harus bertanggung jawab atas tindakannya. Sejumlah pemain papan atas, termasuk Novak Djokovic dan Iga Swiatek, turut menyuarakan dukungan terhadap Gauff serta menyoroti pentingnya ruang privat bagi para atlet.

Tiley mengakui Australia Open berada di posisi yang rumit antara kebutuhan promosi dan kenyamanan pemain. Namun ia menegaskan komitmennya untuk terus mendengarkan aspirasi para petenis.

“Kami ingin mendengarkan para pemain, kami ingin benar-benar memahami apa kebutuhan dan keinginan mereka,” ujar Tiley. “Itu pertanyaan pertama yang akan kami ajukan; kami sudah mendengar Anda, dan penyesuaian apa pun yang perlu dilakukan, akan kami lakukan.”

“Kami akan terus meninjau kebijakan ini dan memastikan para pemain merasa nyaman. Namun di saat yang sama, kami juga ingin mendekatkan penggemar dengan pemain. Kami percaya, sebagai petenis, mereka bisa meningkatkan nilai dan kecintaan penggemar terhadap olahraga ini. Tapi memang ada garis tipis yang harus terus kami jaga.”

Pada hari yang sama, Asosiasi Tenis Wanita Dunia (WTA) mengonfirmasi bahwa mereka akan mengurangi jumlah kamera di area pemain di luar lapangan pertandingan.

Ketua WTA, Valerie Camillo, menyebut kekhawatiran para pemain sebagai sesuatu yang sepenuhnya beralasan.

“Kekhawatiran yang disampaikan para pemain WTA di Australian Open terkait kamera di area non-lapangan adalah hal yang sepenuhnya valid,” kata Camillo. “Ini adalah permintaan yang sangat manusiawi dan adil, para atlet membutuhkan ruang untuk memulihkan diri tanpa merasa terus-menerus diawasi.”

“Menyediakan ruang tersebut adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai sebuah olahraga. WTA berkomitmen untuk mendengarkan para pemain dan bertindak atas kekhawatiran seperti ini.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.