Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Tengah

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 18:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Tengah Doc: Antara
Ket. Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB di Lombok Tengah, Jumat (18/4/2026).

Lombok Tengah - Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Saifullah Yusuf mengatakan pembangunan sekolah rakyat tetap menjadi prioritas termasuk di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), karena merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto.

"Pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Tengah menjadi prioritas. Silahkan pemerintah daerah melengkapi syarat administrasi termasuk lahan untuk pembangunan," kata Saifullah Yusuf saat melakukan kunjungan kerja di Lombok Tengah, Jumat.

Lahan yang disiapkan pemda, kata dia, nantinya akan diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

"Lahan itu bukan soal siapnya saja. Tetapi semuanya harus clear and clean, Kementerian PUPR akan melakukan verifikasi dan divalidasi kalau semuanya sudah memenuhi syarat, tinggal menunggu proses selanjutnya untuk melakukan pembicaraan pembangunan," katanya.

Ia mengatakan, program Sekolah Rakyat ini merupakan program prioritas Presiden RI dan akan menampung 1.000 murid yang terdiri dari SD, SMP, dan SMA.

Menurutnya, secara nasional  Sekolah Rakyat sudah terbangun lebih dari 100 titik. Hanya saja, di NTB baru mulai dibangun di dua Kabupaten saja, yaitu di Bima dan Lombok Utara.

"Secara nasional, sekarang sudah lebih dari 100 titik. Kalau di NTB ini baru ada di Bima dan Lombok Utara yang sudah berproses pembangunan," ujarnya.

"Pokoknya seluruh Indonesia itu satu kabupaten/kota  satu Sekolah Rakyat. Target selama lima tahun," tegasnya.

Ia mengapresiasi semangat para kepala daerah yang ada di NTB termasuk Bupati Lombok Tengah, yang intens melakukan kordinasi dengan Kementerian Sosial agar segera membangun Sekolah Rakyat.

"Bapak Bupati sudah beberapa kali datang untuk koordinasi, yang lain memang harus ada persetujuan penuh dari Kementerian PUPR untuk syarat," katanya.

Ia melihat, persoalan yang dialami di setiap daerah cukup beragam. Mulai dari lokasi lahan, kondisi lahan dan lainnya. Semua itu menjadi penilaian dari untuk mengucurkan anggaran pembangunan sekolah rakyat tersebut.

"Kendala kadang-kadang kemiringan lahan dan lainnya yang menjadi syarat, administrasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

20 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.