Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Industri Pangan, Chateraise Terapkan Konsep Farm to Factory

📅 Senin, 13 Apr 2026, 22:52 WIB | Oleh:
Dorong Industri Pangan, Chateraise Terapkan Konsep Farm to Factory Doc: Châteraisé
Ket. Produk Châteraisé menggunakan bahan dari kakao Sulawesi. Châteraisé membangun pabrik kedua di Bekasi senilai Rp1,4 triliun untuk memperkuat industri pangan, meningkatkan produksi, dan menyerap tenaga kerja melalui konsep farm to factory.

JAKARTA — Perusahaan patisserie asal Jepang, Châteraisé Co., Ltd., resmi memulai pembangunan pabrik keduanya di Indonesia sebagai bagian dari ekspansi bisnis dan penguatan industri pangan nasional.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis dengan Gobel Group sejak 2016, yang melahirkan Châteraisé Indonesia. Sejak membuka gerai pertama pada 2017, perusahaan tersebut telah berkembang dengan lebih dari 60 toko ritel di berbagai wilayah.

Sebelumnya, Châteraisé Indonesia juga telah mengoperasikan pabrik pertama pada 2022. Pembangunan pabrik kedua yang berlokasi di Bekasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas produksi sekaligus meningkatkan integrasi antara sektor pertanian dan industri pengolahan pangan.

Nilai investasi pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan mencapai Rp1,4 triliun. Proyek ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menarik investasi berkualitas yang berdampak langsung pada penguatan industri domestik.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, sebelumnya telah bertemu dengan CEO Châteraisé Holdings Co., Ltd., Takako Saito, pada Februari 2025 untuk membahas rencana ekspansi tersebut, termasuk optimalisasi penggunaan bahan baku lokal seperti kakao dan ubi.

Integrasi Pertanian dan Industri

Pabrik kedua ini mengusung pendekatan farm to factory, yakni pemanfaatan bahan baku lokal sebagai bagian utama dalam proses produksi. Skema ini diharapkan dapat memperkuat rantai nilai dari hulu hingga hilir sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Selain itu, fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan, termasuk produk unggulan seperti custard puff hingga 10 kali lipat dibandingkan pabrik sebelumnya.

“Pembangunan pabrik kedua ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami di Indonesia. Kami ingin menciptakan nilai tambah dari bahan baku lokal sekaligus berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja,” ujar Takako Saito dalam keterangan tertulis, Senin (13/4).

Dorong Lapangan Kerja dan Daya Saing

Pembangunan pabrik ini diproyeksikan menyerap sekitar 200 tenaga kerja secara langsung, serta membuka peluang kerja tidak langsung di sektor pertanian, logistik, distribusi, hingga ritel.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk bekerja di Indonesia mencapai sekitar 145 juta orang per Februari 2025, dengan sektor industri pengolahan menyerap sekitar 13 persen tenaga kerja nasional. Hal ini menegaskan peran strategis sektor manufaktur dalam menciptakan lapangan kerja produktif.

Di tengah disrupsi rantai pasok global pascapandemi dan dinamika geopolitik, penguatan rantai pasok domestik dinilai semakin penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Sebagai salah satu sektor manufaktur terbesar dengan kontribusi sekitar 6–7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), industri makanan dan minuman memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Megapolitan
Tangsel Otozone Jadi Sarana...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.