Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Spanyol Siaga Hadapi Ancaman Migrasi Massal Lanjutan

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Spanyol Siaga Hadapi Ancaman Migrasi Massal Lanjutan Doc: afp
Ket. Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares

Ispanya, Spanyol – Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares memperingatkan para migran agar tidak mempertaruhkan nyawa dengan mencoba memasuki Ceuta secara ilegal. Peringatan itu disampaikan di tengah beredarnya misinformasi dan seruan di media sosial mengenai aksi penyeberangan perbatasan massal yang disebut akan kembali terjadi pada 15 Agustus.

Saat mengunjungi Ceuta, wilayah enklave Spanyol di pesisir Afrika Utara, Selasa (11/8), Albares secara langsung menyampaikan imbauan kepada warga Maroko dan negara-negara Afrika lainnya yang mempertimbangkan perjalanan menuju Ceuta atau Melilla.

“Jangan pertaruhkan nyawa kalian dalam sebuah petualangan yang ditakdirkan untuk gagal,” kata Albares. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai “informasi palsu” mengenai keuntungan yang disebut bisa diperoleh dengan memasuki wilayah Spanyol secara ilegal.

Dikutip dari Antara, peringatan tersebut disampaikan ketika otoritas Spanyol meningkatkan pengamanan menjelang Sabtu (15/8). Militer membatalkan cuti personel yang ditempatkan di Ceuta mulai Kamis, sedangkan Garda Sipil menangguhkan pemberian cuti, izin, dan bentuk dispensasi lainnya bagi petugas yang bertugas di Ceuta dan Melilla.

Langkah itu dilakukan setelah aksi penyeberangan massal yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 30 dan 31 Juli. Pemerintah Spanyol memperkirakan sekitar 72.000 orang memasuki Ceuta dari Maroko dalam periode tersebut.

Menteri Kebijakan Teritorial Angel Victor Torres sebelumnya menyebut jumlahnya mencapai 80.000 orang. Namun, sumber pemerintah kemudian mengklarifikasi kepada kantor berita Spanyol EFE bahwa perkiraan resmi tetap berada di angka 72.000 orang.

Sebagian besar migran yang masuk telah kembali ke Maroko. Namun, Presiden Ceuta Juan Jesus Vivas mengatakan pada Selasa bahwa sekitar 10.000 orang masih berada di kota tersebut secara ilegal. Sebagian dari mereka disebut tinggal di jalanan atau permukiman darurat.

Albares mengatakan Spanyol bekerja sama dengan Maroko untuk mempercepat proses pemulangan. Menurut dia, pemerintah Maroko dan otoritas terkait telah menyatakan “kesediaan penuh” untuk menerima kembali orang-orang yang masuk secara ilegal.

“Setiap orang terakhir yang masuk ke Spanyol secara ilegal akan kembali ke Maroko,” kata Albares.

Vivas menyambut baik komitmen tersebut. Menurut dia, menghilangkan harapan bahwa kedatangan ke Ceuta dapat membuka jalan menuju dokumen resmi, izin tinggal, atau suaka merupakan salah satu cara untuk mencegah penyeberangan massal kembali terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.