Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Perkuat Stabilitas dengan Optimalkan Cadangan Pangan Pemerintah

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 19:35 WIB | Oleh:
Bulog Perkuat Stabilitas dengan Optimalkan Cadangan Pangan Pemerintah Doc: antara foto
Ket. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani ditemui di sela pemotongan hewan kurban di Jakarta, Jumat (29/5).

JAKARTA - Perum Bulog memperkuat stabilitas pangan nasional melalui optimalisasi cadangan pangan pemerintah (CPP) guna menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga beras serta mendukung penyerapan hasil panen petani di berbagai daerah.

"Bulog terus mengoptimalkan penyaluran cadangan pangan pemerintah sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani ditemui di sela pemotongan hewan kurban di Jakarta, Jumat (29/5).

Dia menyampaikan, pihaknya terus berupaya memastikan cadangan pangan pemerintah dapat disalurkan secara optimal kepada masyarakat.

Penyaluran tersebut dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan kemasan 5 kilogram yang dilakukan sepanjang tahun 2026.

Penyaluran beras program tersebut dilakukan dengan kualitas beras medium yang memiliki tingkat pecahan sekitar 25 persen serta kadar air 14 persen sesuai standar pemerintah. Bahkan kini disiapkan kemasan 2 kg.

Beras SPHP dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi); Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan); dan Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).

Adapun realisasi penyaluran beras SPHP hingga saat ini mencapai 221 ribu ton pada alokasi Januari hingga Maret 2026 dengan menggunakan kuota periode 2025.

Sementara itu, untuk periode 2026, penyaluran beras SPHP yang dimulai sejak bulan Maret hingga saat ini telah mencapai 280 ribu ton dari target sebanyak 828 ribu ton.

Selain menjaga stabilitas pangan nasional, Perum Bulog juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Penyaluran bantuan stimulus ekonomi dari pemerintah tersebut hingga kini masih terus berlangsung dengan alokasi Februari-Maret 2026 berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng bagi masyarakat penerima manfaat.

Bulog mencatat hingga 29 Mei 2026, realisasi bantuan pangan telah mencapai 47 persen dari target total 33,2 juta penerima bantuan pangan, dengan total bantuan yang telah disalurkan berupa beras sebanyak 308 ribu ton dan Minyakita 62 ribu ton.

Rizal menegaskan sisa alokasi bantuan pangan akan terus disalurkan secara bertahap sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Adapun pemerintah melalui Badan Pangan Nasional telah memperpanjang tenggat waktu penyaluran bantuan tersebut hingga Juni 2026.

Ia menekankan pentingnya cadangan pangan pemerintah baik untuk menjaga stabilitas di pasar maupun membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Karena itu, Bulog terus memperkuat koordinasi agar penyaluran berjalan dengan semestinya.

“Bulog terus berupaya mengoptimalkan penyaluran cadangan pangan pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ucap Rizal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Otomotif
Garda Oto Perkuat Layanan B...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.