Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dorong Pemasangan Sirene Tsunami di Kepulauan Mentawai

3 Senin, 13 Apr 2026, 21:58 WIB | Oleh:
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dorong Pemasangan Sirene Tsunami di Kepulauan Mentawai Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dorong Pemasangan Sirene Tsunami di Kepulauan Mentawai Doc: Antara Foto
Ket. Foto patung Sikerei di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pentingnya pemasangan sirene peringatan dini atau early warning system gelombang tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) yang merupakan daerah terluar Indonesia.

"Nah, yang belum memiliki sirene ya Kabupaten Kepulauan Mentawai," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang Suadi Ahadi saat dihubungi di Kota Padang, Senin.

Suadi menegaskan pemasangan sirene tsunami di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai sangat penting dan mendesak. Apalagi, daerah terluar Indonesia itu memiliki potensi besar terdampak tsunami megathrust.

"Karena Kabupaten Kepulauan Mentawai itu punya ancaman tsunami dekat ya, golden time-nya kurang dari 10 menit," sebut dia.

Mengingat besarnya potensi dampak tsunami di Bumi Sikerei (julukan Mentawai), Suadi mengimbau pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera memasang sirene.

Sistem peringatan dini atau early warning system ini bisa menjadi salah satu langkah antisipasi bagi pemerintah atau pemangku kepentingan, untuk menyelamatkan masyarakat jika terjadi tsunami.

Selain itu, BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang juga membuka ruang pemanfaatan atau penggunaan pengeras suara di masjid atau musala yang berada di kawasan pinggir pantai sebagai media sistem peringatan dini.

Cara ini diharapkan menjadi sebuah solusi tambahan bagi pemerintah daerah bersama BMKG dalam menyiapkan masyarakat yang siap dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk tsunami.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai Sarman P Simanungkalit membenarkan sejak beberapa tahun terakhir daerah tersebut tidak memiliki sirene peringatan dini tsunami.

"Awalnya kita memang punya sirene tapi rusak dan tidak berfungsi lagi," kata Sarman P Simanungkalit.

Meskipun daerah tersebut kini tidak memiliki sirene peringatan dini tsunami, namun ia menegaskan pemerintah daerah tidak abai terhadap kesiapsiagaan salah satunya dengan melatih masyarakat lokal.

"Kita tetap melakukan pelatihan dan penguatan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat seperti menyiapkan kelompok siaga bencana." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Jangan Lunglai Usai Juara Hylo Open

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Jangan Lunglai Usai Juara H...
Olahraga
Terus Terpuruk, Ten Hag Seb...
Luar Negeri
Harga Minyak Dunia Turun Dr...

Jakcraft Ruang UMKM Promosikan Produk Unggulan

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakcraft Ruang UMKM Promosi...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.