20 Ton Obat Kedaluwarsa Bertahun-tahun Tersimpan di Natuna, Kemenkes Turun Tangan.
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 03:30 WIB | Oleh: Yebdi TrismarKementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelontorkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, memusnahkan sekitar 20 ton obat kedaluwarsa yang tersimpan selama bertahun-tahun di gudang farmasi daerah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah dikonfirmasi dari Batam, Rabu, mengatakan dukungan anggaran tersebut memungkinkan pihaknya melakukan pemusnahan obat kedaluwarsa yang selama ini terkendala keterbatasan biaya.
Pemusnahan, kata dia, sudah dilakukan pada Agustus 2026 di Kota Batam. Dinkes Natuna mencatat total obat kedaluwarsa di gudang mereka kurang lebih 40 ton.
"Yang sudah kami musnahkan sekitar 20 ton. Pemusnahan ini dapat dilakukan karena kami mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Kesehatan," ucapnya.
Dia menjelaskan sebagian obat tersebut, stok lama hasil pengadaan sekitar 2001. Dengan masa kedaluwarsa rata-rata sekitar lima tahun, obat-obatan itu diperkirakan mulai kedaluwarsa pada 2006.
Namun, pemusnahan secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran. Bahkan, anggaran untuk pemusnahan sempat direncanakan, tetapi kegiatan tersebut tidak terlaksana akibat efisiensi anggaran.
"Terakhir pernah dianggarkan, tetapi karena efisiensi, kegiatan pemusnahan itu tidak jadi terlaksana. Karena itu, obat-obatan lama tersebut masih tersimpan," katanya.
Hikmat mengatakan pemusnahan obat kedaluwarsa harus dilakukan melalui prosedur pengelolaan limbah karena tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Dinkes Natuna bekerja sama dengan pengelola limbah yang memiliki fasilitas insinerator. Obat-obatan tersebut dikemas dan diangkut menggunakan sarana transportasi yang sesuai untuk kemudian dibawa ke fasilitas pemusnahan di Kota Batam.
Ia memastikan obat kedaluwarsa tidak bercampur dengan obat yang masih layak digunakan. Obat-obatan tersebut disimpan di ruangan berbeda dan dipisahkan dari stok yang masih dapat digunakan.
"Kita upayakan 2027 nanti obat yang tersisa juga dimusnahkan. Obat-obat yang tersisa itu antara lain cairan infus dan sirup botol kaca serta beberapa lainnya," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!