Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lonjakan Titik Panas di Sumatera, Sumsel Jadi Wilayah Tertinggi dengan 4.169 Titik.

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 13:07 WIB | Oleh:
Lonjakan Titik Panas di Sumatera, Sumsel Jadi Wilayah Tertinggi dengan 4.169 Titik. Doc: Antara Foto
Ket. Kondisi Kota Pekanbaru yang diselimuti kabut asap diduga akibat kebakaran hutan dan lahan di Pulau

Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi lonjakan 5.983 titik panas di Pulau Sumatera,dengan Sumatera Selatan sebagai wilayah paling tinggi yakni mencapai 4.169 titik.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Putri Santy S mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui hingga pukul 07.00 WIB, Selasa (16/9) pagi. Selain Sumatera Selatan, titik panas dalam jumlah cukup tinggi terpantau di Jambi sebanyak 735 titik, Bangka Belitung (446), Lampung (378), Riau (115) serta Bengkulu 74 titik.

"Adapun wilayah Sumatera lainnya yang terpantau memiliki titik panas yakni Sumatera Barat 46 titik, Sumatera Utara (14), serta Kepulauan Riau (5), dan Aceh (1)," katanya di Pekanbaru, Rabu.

Sementara itu sebaran titik panas di Riau terdapat di enam wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 84 titik. Berikutnya, Kabupaten Indragiri Hilir terpantau 16 titik, Kuantan Singingi (6), Pelalawan (5), Rokan Hilir (2), serta Dumai dan Rokan Hulu masing-masing satu titik.

Kondisi titik panas tersebut juga disertai dengan jarak pandang yang terbatas di sejumlah wilayah Riau akibat asap. Jarak pandang di Pekanbaru dan Rengat masing-masing tercatat sekitar tiga kilometer dengan asap.

"Sementara Pelalawan memiliki jarak pandang 2,5 kilometer dan Tambang sekitar empat kilometer dengan asap" jelas Putri.

BMKG juga mendeteksi pergerakan kabut asap yang memperburuk kualitas udara di Provinsi Riau merupakan kiriman dari dampak kebakaran hutan dan lahan di Selatan Sumatera. Fenomena tersebut terjadi akibat dorongan angin dari arah tenggara dan barat daya.

“Berdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam wilayah Riau,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
BMKG: Di Pulau Sumatera Ter...
Daerah
Melawan Api dan Patriarki: ...
Daerah
Pungli Retribusi Sampah Kaf...
Advertisement
AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.