Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Kapal Destroyer Angkatan Laut AS Mulai Membersihkan Ranjau di Selat Hormuz

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 04:23 WIB | Oleh:
Dua Kapal Destroyer Angkatan Laut AS Mulai Membersihkan Ranjau di Selat Hormuz Doc: Istimewa
Ket. Selat Hormuz, yang terletak di antara Iran dan Oman, berfungsi sebagai jalur penting untuk bahan bakar, pupuk, dan barang-barang lainnya. Kendali atas selat tersebut tetap menjadi poin penting yang diperdebatkan dalam negosiasi.

TAMPA - Komando militer Amerika Serikat yang mengawasi Timur Tengah (CENTCOM) mengatakan bahwa dua kapalnya telah melewati Selat Hormuz, sebuah klaim yang dengan cepat dibantah oleh Iran.

Dari Al Jazeera, pada hari Sabtu (11/4), komando tersebut mengatakan bahwa kedua kapal perusak, USS Frank E Peterson dan USS Michael Murphy, telah “melintasi Selat Hormuz dan beroperasi di Teluk Arab sebagai bagian dari misi yang lebih luas untuk memastikan selat tersebut sepenuhnya bebas dari ranjau laut yang sebelumnya dipasang oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran” (IRGC).

Dalam sebuah pernyataan, Laksamana AS Brad Cooper memuji kehadiran kapal-kapal tersebut di selat itu sebagai titik balik dalam perang AS dan Israel melawan Iran, yang dimulai pada 28 Februari.

“Hari ini, kami memulai proses pembangunan jalur pelayaran baru, dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas,” katanya.

Perubahan ini akan menandai pergeseran besar. Pengendalian selat tersebut telah menjadi titik perselisihan utama, mengingat seperlima dari minyak dan gas alam dunia melewati jalur air tersebut, serta sejumlah besar pupuk dan barang lainnya.

Iran secara efektif menutup selat sempit itu, kecuali untuk kapal-kapal yang telah disetujui sebelumnya, setelah serangan awal AS-Israel pada bulan Februari. Hal itu, pada gilirannya, mengganggu lalu lintas komersial dan militer serta menyebabkan harga bahan bakar global melonjak.

Pada hari Sabtu, seorang juru bicara Markas Besar Pusat militer Iran Khatam al-Anbiya dengan cepat membantah pernyataan AS tersebut.

“Klaim komandan CENTCOM mengenai pendekatan dan masuknya kapal-kapal Amerika ke Selat Hormuz dibantah keras,” kata juru bicara itu.

“Inisiatif untuk pelayaran dan pergerakan kapal apa pun berada di tangan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.”

Berbicara kepada Al Jazeera, Maria Sultan, direktur jenderal Institut Stabilitas Strategis Asia Selatan yang berbasis di Pakistan, mengatakan bahwa, jika kapal-kapal AS memang bergerak bebas melalui selat tersebut, itu pasti telah dilakukan dengan izin dari Teheran.

“Jadi pahamilah, [jika] Iran tidak memberikan jalur aman, mustahil bagi armada militer Amerika untuk bergerak bebas di Selat Hormuz,” katanya dalam sebuah wawancara televisi.

Pembicaraan yang sedang berlangsung

Perdebatan tersebut terjadi saat AS dan Iran mengadakan negosiasi di Islamabad.

Acara tersebut mencakup pertemuan tatap muka bersejarah antara delegasi AS — yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance — dan delegasi Iran, yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Ekonomi
Benahi Akar Persoalan di Se...

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tanda-tanda Menunjukkan Per...
Daerah
Anggota Paskibraka Situbond...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.