Tidak Kalah Seru dari Game Online, Permainan Tradisional Kembali Digelar di Banda Aceh
📅 Selasa, 18 Agu 2026, 05:40 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoBANDA ACEH - Warga Gampong (desa) Lampaseh Kota, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh menghidupkan kembali permainan tradisional yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT ke 81 Republik Indonesia.
“Lewat kegiatan-kegiatan sederhana ini membawa keakraban, kebersamaan, kekompakan antara kita dengan masyarakat,” kata Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, di Banda Aceh, Senin.
Kegiatan yang berlangsung pada 16-17 Agustus 2026 dan terpusat di RF Premium Lampaseh serta kawasan Krueng (sungai) Lampaseh tersebut menghadirkan rangkaian lomba permainan tradisional.
Adapun permainan yang dilombakan berupa panah batu atau ketapel, pukul bantal, serta tangkap bebek. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya peserta dan penonton yang memadati lokasi kegiatan.
Rangkaian perlombaan diawali dengan panah batu atau ketapel pada 16 Agustus yang dibagi dalam kategori anak-anak, remaja, dan ibu-ibu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian pada 17 Agustus, masyarakat kembali memeriahkan hari kemerdekaan melalui lomba pukul bantal dan tangkap bebek di kawasan Krueng Lampaseh.
Illiza mengatakan, permainan tradisional seperti pukul bantal dan tangkap bebek perlu terus dilestarikan karena mengandung nilai kebersamaan dan sportivitas.
Ia menyampaikan, kegiatan olahraga rakyat tidak seharusnya hanya dilaksanakan saat peringatan kemerdekaan, melainkan dapat digelar secara rutin bersama masyarakat gampong.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, permainan tradisional juga menjadi salah satu alternatif aktivitas positif bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi. Anak-anak tidak hanya diarahkan untuk menghabiskan waktu dengan permainan melalui telepon seluler, tetapi juga perlu mendapatkan aktivitas yang melibatkan gerak tubuh dan interaksi langsung.
Selain membangun kebugaran, kegiatan tersebut dinilai dapat mengajarkan sportivitas, kebersamaan, keberanian, serta kemampuan menerima kemenangan dan kekalahan.
Illiza berharap, kawasan Krueng Lampaseh dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang interaksi dan rekreasi masyarakat. Apalagi, kegiatan seperti ini membuat warga sadar akan kebersihan lingkungan, karena kawasan tersebut menjadi ruang bermain bersama.
“Ini adalah olahraga masyarakat yang memang harus kita lestarikan,” kata IIliza.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab mengatakan, kegiatan tersebut untuk menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat dalam momentum kemerdekaan.
Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menghadirkan kegiatan yang membuat masyarakat dapat berkumpul dan bergembira.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!