Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panglima Garda Revolusi Iran Bersumpah Akan Terus Mengembangkan Senjata Nuklir Selama AS dan Israel Masih Memilikinya

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Panglima Garda Revolusi Iran Bersumpah Akan Terus Mengembangkan Senjata Nuklir Selama AS dan Israel Masih Memilikinya Doc: Istimewa
Ket. Perang pendapat tersebut terjadi ketika para ahli nuklir mendesak Trump untuk tetap menjadikan program nuklir Iran sebagai pusat negosiasi

TEHERAN - Komandan tertinggi Garda Revolusi Iran menyatakan pada hari Rabu bahwa Teheran akan terus mengerjakan senjata nuklir selama Amerika Serikat dan Israel memilikinya, yang semakin meningkatkan kekhawatiran bahwa Iran menggunakan negosiasi atas Selat Hormuz untuk menunda konsesi pada program nuklirnya.

"Selama Amerika Serikat dan Israel memiliki senjata nuklir, kami akan terus mengembangkannya untuk keamanan nasional kami," kata Panglima Tertinggi IRGC Ahmad Vahidi, menurut terjemahan pernyataan yang beredar pada hari Rabu. "Jika mereka melucuti senjata, kami juga akan melucuti senjata."

Dari Fox News, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi dengan bersumpah bahwa Israel akan terus mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, dengan atau tanpa kesepakatan diplomatik.

"Hari ini, kita mendengar komandan Garda Revolusi, Vahidi, secara eksplisit menyatakan niat Iran untuk terus mengembangkan senjata nuklir — 'terus,' seperti yang dia katakan," kata Netanyahu pada upacara pemakaman kembali Shimon dan Rivka Herzl, kakek-nenek dari pendiri Zionisme modern, Theodor Herzl.

"Sebagai perdana menteri Israel, saya juga bertekad untuk terus — terus mencegah Iran memiliki senjata nuklir," katanya.

Netanyahu memuji Presiden Donald Trump sebagai sahabat terbaik Israel di Gedung Putih dan menyatakan apresiasi atas upaya bersama kedua negara dalam melawan ambisi nuklir Iran.

"Keberadaan Israel tidak dapat dinegosiasikan," kata Netanyahu. "Dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, saya bertekad — kita semua bertekad — untuk melakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan keamanan dan masa depan kita."

Pertukaran pendapat tersebut terjadi ketika para ahli nuklir mendesak Trump untuk tetap menjadikan program nuklir Iran sebagai pusat negosiasi, memperingatkan bahwa Teheran dapat menggunakan krisis Hormuz untuk mengamankan pencabutan sanksi dan konsesi lainnya sebelum membahas kemampuan nuklir yang tersisa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ribuan Penebang Tebu Sambut Mentan Amran, Diajak Dukung Swasembada Gula Nasional.
    Preview komentar:
    swasambada gula juga tidak kalah pentingnya dari swasembada ...
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
Luar Negeri
Hari terakhir kompetisi rob...
Ekonomi
Rentan terhadap Tekanan - 2...
Daerah
Wakatobi Disuruh Meniru Pro...
Olahraga
Pantas Menggunduli Indonesi...
Megapolitan
Bogor Lagi, Kasus Kanker Na...
"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

"Famtrip Marine Maratua 2026" Promosikan Keindahan Bawah Laut Maratua pada Turis Selam Malaysia dan Singapura

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.