Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Percepat Distribusi Bantuan untuk Penanganan Darurat Korban Gempa NTT

📅 Selasa, 18 Agu 2026, 05:10 WIB | Oleh:
BNPB Percepat Distribusi Bantuan untuk Penanganan Darurat Korban Gempa NTT Doc: antara foto
Ket. Pengiriman bantuan logistik untuk korban gempa di NTT.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jalur udara dan laut.

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana bersama Plt. Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Posko TNI AU Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (17/8).

“Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat disalurkan secara cepat sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Penguatan distribusi kemudian dilakukan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (PPN) Halim Perdanakusuma yang telah menggelar operasi pengiriman bantuan sejak Sabtu (15/8).

Dalam operasi tersebut, BNPB bersama pemerintah, TNI dan mitra kemanusiaan mengerahkan pesawat angkut berat TNI AU untuk mengirim bantuan ke sejumlah wilayah terdampak di NTT.

Pada Senin, tiga penerbangan diberangkatkan dengan total muatan 40.567 kilogram logistik.

Penerbangan pertama menggunakan pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma-Labuan Bajo-Halim Perdanakusuma dan membawa 13.504 kilogram bantuan.

Muatan tersebut terdiri atas 3.019 kilogram paket sembako atau 549 koli dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) serta dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berat 10.485 kilogram dari Pusat Krisis Kesehatan (Puskris).

Penerbangan kedua menggunakan Hercules A-1344 dengan rute Halim Perdanakusuma-Maumere-Halim Perdanakusuma. Pesawat membawa 13.563 kilogram bantuan yang sebagian besar berupa 13.500 kilogram paket sembako dalam 2.454 koli dari Setmilpres.

BNPB turut mengirimkan 200 potong kaos seberat 48 kilogram, sedangkan Kementerian Pertahanan mengirimkan 15 kilogram obat-obatan dalam enam koli untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Sementara penerbangan ketiga menggunakan Hercules A-1339 dengan rute Halim Perdanakusuma-Labuan Bajo-Halim Perdanakusuma dengan muatan 13.500 kilogram logistik.

Bantuan tersebut terdiri atas 13.100 kilogram paket sembako dalam 2.380 koli dari Setmilpres dan 400 kilogram kornet kaleng dalam 40 koli dari Rumah Zakat.

BNPB mencatat selama 15-17 Agustus 2026 telah dilakukan tujuh sortie penerbangan dengan total 101.494 kilogram logistik yang dikirim ke NTT.
Operasi tersebut didukung dua pesawat A-400M Atlas, empat pesawat C-130 Hercules, serta armada kapal perang Republik Indonesia (KRI) untuk distribusi melalui jalur laut.

Distribusi laut dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI menuju sejumlah pelabuhan di NTT, antara lain Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende dan Pelabuhan Reo di Manggarai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

50 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tanda-tanda Menunjukkan Per...
Daerah
Anggota Paskibraka Situbond...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.