Setelah Lebaran, Harga-harga Bahan Pokok di Mataram Mulai Stabil
📅 Rabu, 08 Apr 2026, 12:39 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
MATARAM – Meski terjadi krisis BBM dan plastik, harga-harga kebutuhan pokok setelah lebaran di Mataram, NTB, mulai stabil. Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Mataram pada minggu kedua pasca Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, sudah mulai melandai dan stabil.
"Alhamdulillah, hasil pantauan kami setelah masih minggu kedua pasca Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, harga kebutuhan pokok mulai stabil," kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Rabu.
Menurutnya, berdasarkan pantauan harga hari ini Rabu (8/4-2026), harga daging ayam ras sudah turun dari Rp42.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Begitu juga harga daging sapi kini mulai stabil yakni Rp120.000-Rp125.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp150.000-Rp160.000 per kilogram.
Penurunan serupa juga terjadi pada komoditas cabai yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp100.000 per kilogram, kini melandai di kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram.
Untuk bawang merah masih bertahan pada Rp35.000 per kilogram, begitu juga dengan harga bawang putih masih stabil Rp30.000 per kilogram.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, harga telur ayam ras juga mengalami penurunan tapi bervariasi tergantung ukuran. Untuk telur ukuran besar Rp56.000 per tray (satu tray isi 30 butir), sedangkan ukuran kecil atau sedang harganya mulai dari Rp45.000 per tray.
"Sebelumnya, harga telur lebih tinggi Rp2.000-Rp3.000 per tray dari harga hari ini," katanya.
Sedangkan untuk harga beras semua masih sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni untuk beras lokal medium Rp13.000 per kilogram, jenis super premium Rp14.900 per kilogram, dan jenis SPHP Rp12.000 per kilogram.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk harga minyak goreng juga masih sesuai HET yakni untuk minyak goreng curah Rp18.400 per liter, minyak goreng premium Rp22.000 per liter, dan MinyaKita Rp15.700 per liter.
Menurut Sri, penurunan harga kebutuhan pokok tersebut dipicu karena stok mencukupi dan permintaan masyarakat juga mulai stabil.
"Tapi, meskipun kebutuhan pokok saat ini mulai stabil, kegiatan pemantauan dan pengawasan akan terus kami lakukan, sebagai langkah antisipasi menjaga stok dan stabilkan harga," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!