Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Minta Pemerintah Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 19:10 WIB | Oleh:
DPR Minta Pemerintah Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Doc: Dokumentasi RRI Madiun

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah, menegaskan pemerintah harus memastikan distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, sekaligus pupuk juga harus tepat volume dan terjangkau bagi petani.

Pernyataan tegas politikus PKB ini, merespons target swasembada pangan nasional pada tahun 2029 dapat tercapai. Sejumlah langkah strategis penting dilakukan pemerintah, agar target swasembada pangan tidak sebatas menjadi jargon belaka.

“Sejauh ini pembenahan distribusi pupuk bersubsidi oleh pemerintah menunjukkan progres baik. Di mana akses petani ke pupuk subsidi relatif lebih mudah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Rina dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu (26/4).

Selain persoalan pupuk, Rina mengungkapkan, pemerintah juga harus mempercepat perbaikan sistem irigasi dan pembangunan jalan produksi. Semua itu, bertujuan memangkas biaya logistik pertanian.

"Langkah ini penting untuk memastikan produksi panen petani bisa terserap pasar dengan harga baik. Menjaga harga jual hasil panen di tingkat petani agar tetap menguntungkan, sehingga petani memiliki gairah untuk terus berproduksi,” ucap Rina.

Kemudian, Rina menuturkan, kunci keberhasilan swasembada pangan terletak pada kesejahteraan petani. Jika petani mendapatkan keuntungan yang layak, maka produktivitas nasional akan meningkat secara alami.

"Hal ini memerlukan sinergi lintas sektoral antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, hingga pelaku sektor swasta. Dengan komitmen kuat, kebijakan yang tepat, dan kerja kolektif, kami optimistis target 2029 dapat tercapai,” ujar Rina.

Diketahui, data produksi beras menunjukkan kinerja sektor pangan sepanjang 2025 cukup impresif. Yakni, dengan stok beras Bulog sempat menyentuh angka 4,2 juta ton pada Juni 2025.

Memasuki awal 2026, stok beras nasional bahkan tercatat mencapai 12,53 juta ton. Angka tersebut, melonjak 49,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.