Menyusuri Karst Rammang-Rammang dengan Perahu Listrik, Dukung Ekowisata Berkelanjutan & Ramah Lingkungan
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 18:31 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Sebuah perahu berlayar membelah perairan sungai di kawasan Wisata Karst Rammang-Rammang yang berstatus warisan dunia UNESCO, bunyi mesin perahu itu sangat halus bahkan hampir tidak terdengar.
Tidak adanya suara deru mesin yang bising dari perahu itu membuat wisatawan bisa lebih menikmati panorama alam dan keheningan di kawasan wisata itu.
Itulah keunggulan perahu listrik yang merupakan bantuan dari PT PLN untuk mendukung kelancaran transportasi di kawasan Wisata Karst Rammang-Rammang di Maros, Sulawesi Selatan.
Menurut pengalaman Sunardi, anggota Komunitas Anak Sungai, perahu listrik yang diberikan PLN pada 1992 itu tidak hanya hening, tapi juga lebih hemat dibandingkan perahu berbahan bakar minyak.
Di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian saat ini hingga menimbulkan masalah dalam pasokan BBM, perahu listrik menjadi andalan dalam mendukung konektivitas di kawasan wisata itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perahu listrik ini tidak hanya digunakan untuk mengantar wisatawan domestik maupun mancanegara, namun juga mendukung mobilitas anak-anak sekitar kawasan wisata untuk ke sekolah.
Perahu listrik ini juga dikagumi dan menjadi pilihan moda transportasi para wisatawan mancanegara yang datang dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Belanda, Spanyol dan Australia karena mendukung keberlanjutan destinasi wisata Rammang-Rammang.
Kawasan wisata Rammang-Rammang memang memiliki sejumlah spot yang menawan dan terindah kedua di dunia setelah China terkait situs karst. Banyak sekali wisatawan yang mengambil foto baik dari perahu maupun ketika berlabuh.
Tidak hanya memiliki spot panorama indah, kawasan wisata berstatus warisan dunia UNESCO itu juga menyimpan sejumlah area wisata yang diperkirakan berasal dari 5 ribu hingga 20 ribu tahun lalu.
Sebagai contoh misalnya di area Dermaga 1, terdapat sebuah gua purbakala yang menyimpan lukisan dinding telapak tangan manusia prasejarah berusia puluhan ribu tahun.
Selain itu kawasan wisata ini juga memiliki sebuah Telaga Bidadari yang menjadi favorit wisatawan dari luar negeri karena bisa dipakai mandi sambil menikmati keindahan panorama.
Kekayaan wisata yang sangat bernilai ini tentunya membutuhkan dukungan kendaraan ramah lingkungan seperti perahu listrik untuk menjaga keberlanjutannya.
Ketika Tim Asesor UNESCO pada tahun 2022 datang untuk menilai kawasan wisata Rammang-Rammang, mereka diantar berkeliling kawasan dengan perahu listrik. Begitu juga ketika tim tersebut kembali lagi untuk melakukan validasi terhadap kawasan wisata karst itu pada 2026, perahu listrik kembali hadir sebagai transportasi ramah lingkungan.
Kehadiran perahu listrik ini tentu bakal menjadi penilaian tersendiri karena destinasi wisata itu sudah menerapkan aspek ramah lingkungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!