Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Dibanjiri Impor, UMKM Lokal Makin Terdesak

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Dibanjiri Impor, UMKM Lokal Makin Terdesak Doc: ANTARA/ Mansur S
Ket. Ilustrasi-Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik di Kabupaten Lebak memasarkan melalui digitalisasi untuk meningkatkan omzet.

JAKARTA – Serbuan produk impor di pasar domestik menjadi tantangan serius bagi daya saing industri dan UMKM lokal.

Akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas produksi akan kurang efektif jika produk dalam negeri harus berhadapan dengan barang impor murah tanpa perlindungan pasar yang memadai.

Karena itu, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara keterbukaan perdagangan dan perlindungan terhadap produk yang sudah mampu diproduksi di dalam negeri, sembari mendorong UMKM meningkatkan kualitas, efisiensi, dan daya saing.

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan pasar domestik dipenuhi produk-produk impor, sehingga menciptakan tantangan bagi UMKM lokal.

“Pasar domestik kita dipenuhi dengan produk-produk impor, maka yang diberi pembiayaan (untuk UMKM lokal) seperti apapun, didorong akses pendidikan seperti apapun, tapi pada saat sama pasarnya gak bisa kita sterilisasi (dari produk-produk impor), mereka (UMKM lokal) akan mati dengan sendirinya,” ujar Maman dalam UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (11/8).

Selama dua tahun terakhir, grafik pertumbuhan pembiayaan kepada UMKM selalu meningkat dari tahun ke tahun dengan nominal akses pembiayaan sekitar Rp1.500 triliun dari total sekitar 56 juta UMKM. Namun, sebagian pihak disebut mempertanyakan mengapa pertumbuhan ini belum mampu mendukung sektor ekonomi secara signifikan di beberapa daerah.

Setelah pihaknya meneliti lebih jauh, kata dia, rupanya penyebab mengapa UMKM lokal belum mampu berdampak besar meski sudah diberikan modal hingga pelatihan guna mendorong peningkatan kapasitas produksi yaitu maraknya produk impor di pasar domestik.

“Kita juga bukan berarti anti terhadap produk impor, ini tetapi pada saat kita mendorong produk-produk impor masuk ke pasar domestik, itu harus dilihat juga dengan kekuatan produksi barang domestik kita,” kata Maman.

Dalam bahasa lain, apabila terdapat UMKM yang mampu memproduksi barang-barang tertentu yang biasa diimpor, maka perlu dibuat perimbangan agar produk dari luar negeri bisa dibatasi.

Dia juga mengharapkan pelaku UMKM dapat menjual barang-barang mereka seiring potensi peningkatan akses pembiayaan, bukan justru mengalami kredit macet yang dapat berujung pada problem sosial.

“Kalau yang datang ke bank itu cuma urusan kredit macet, tapi kalau UMKM datang ke Kementerian UMKM urusannya problem sosial (seperti) berkelahi sama istrinya, segala macam, akhirnya problem sosialnya jadi kemana-mana,” ucapnya.

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan pihaknya dalam mendorong pengembangan ekosistem UMKM, mulai dari akses pembiayaan, pemasaran dan berbagai pelayanan lainnya ialah menghadirkan platform SAPA UMKM.

Sistem SAPA UMKM nantinya akan mengintegrasikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) agar dapat memberikan pelayanan perihal legalitas hingga sertifikasi usaha, Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Integrasi lainnya dalam hal modal dan pembiayaan, sehingga seluruh bank penyalur Kredit Usaha rakyat (KUR) dapat terhubung secara langsung dengan UMKM melalui sistem SAPA UMKM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.