Menko Perekonomian Sebut Harga Tiket Pesawat Domestik akan Naik hingga 13 Persen
📅 Selasa, 07 Apr 2026, 18:05 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan harga tiket pesawat domestik akan mengalami kenaikan. Besaran kenaikan diperkirakan berada di kisaran 9 hingga 13 persen.
Airlangga menyebut, kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga avtur. Menurut dia, kondisi tersebut berdampak langsung pada biaya operasional maskapai.
"Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13 persen," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/4).
Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menahan lonjakan harga tiket. Salah satunya melalui kebijakan PPN ditanggung pemerintah sebesar 11 persen.
Kebijakan ini berlaku untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi. "Nah perbulannya jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan maka ini Rp2,6 triliun agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Airlangga menyebut kebijakan tersebut termasuk dalam skema Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penerapannya direncanakan berlangsung selama dua bulan.
Selain itu, pemerintah juga akan terus memantau perkembangan geopolitik global. Terutama konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi harga energi.
Di sisi lain, Pertamina diberikan relaksasi sistem pembayaran dengan maskapai. Kebijakan ini diharapkan menjaga daya saing industri penerbangan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemerintah juga memberikan insentif penurunan bea masuk untuk toko cadangan pesawat menjadi 0 persen. Jadi suku cadang pesawat diberikan biaya masuk 0 persen, sehingga diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan," ujar dia.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun. Kepastian ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR.
Purbaya menyatakan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga energ untuk melindungi daya beli masyarakat. “Kami tidak akan menaikkan harga sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi,” ujar Purbaya.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak khawatir terkait isu kenaikan harga BBM. Pemerintah disebut telah menyiapkan langkah antisipasi.
Purbaya memastikan berbagai skenario telah dihitung secara matang. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kestabilan fiskal.
"Masyarakat enggak usah khawatir, kita sudah hitung dengan exercise seperti itu. Kalau kepepet masih ada yang lain, Jadi perlindungan kita berlapis-lapis," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!