Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Perusahaan Pencemar Sungai Cisadane Disegel

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiga Perusahaan Pencemar Sungai Cisadane Disegel Doc: ANTARA/HO-KLH
Ket. Petugas dari kementerian melakukan penyegelan terhadap lokasi yang diduga melakukan pencemaran lingkungan di Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (17/7).

TANGERANG – setelah melalui penyelidikan yang makan waktu lama, ditentukan tiga perusahaan disegel. Mereka dinilai telah mencemari Sungai Cisadane. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menyegel tiga perusahaan yang diduga mencemari Sungai Cisadane. Mereka beroperasi di kawasan Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

“Ada tiga perusahaan atau industri yang sudah kami lakukan penyegelan karena tidak berizin,” kata Kepala DLHK Provinsi Banten Wawan Gunawan di Tangerang, Selasa. Wawan
menuturkan, penyegelan tiga perusahaan tersebut dilakukan setelah melakukan investigasi dan penyelidikan terhadap perubahan warna pada air Sungai Cisadane.

Kemudian, lanjutnya, berdasarkan hasil penyelidikan, dugaan sementara yang menyebabkan perubahan pada kualitas air sungai itu disebabkan terjadinya pencemaran limbah industri.

”Selanjutnya, ke depannya, bagi perusahaan-perusahaan yang tidak berizin, akan ditindak langsung,” kata Wawan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) DLHK Kabupaten Tangerang Sandy Nugraha mengungkapkan tiga perusahaan tersebut merupakan industri yang bergerak di bidang daur ulang plastik, peleburan ingot atau aluminium, dan pencucian (laundry) celana jeans. ”Yang disegel ada tiga perusahaan, karena tidak memiliki izin. Ketiganya berlokasi di Desa Kampung Melayu Barat, Kecamatan Teluknaga,” ungkapnya.

Dia mengatakan tiga perusahaan yang disegel, perusahaan daur ulang plastik dan pencucian celana jeans terbukti mencemarkan Sungai Cisadane lantaran tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar.

”Maka dari itu langsung kita segel. Untuk kepastian pencemaran dua perusahaan yaitu daur ulang plastik dan laundry terbukti. Sedangkan peleburan ingot masih diselidiki lebih dalam,” ujar Wawan Gunawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.