65 Persen Sektor Publik Kaltara Gunakan QRIS, Pelabuhan Speedboat Malinau Digitalisasi Tiket
📅 Rabu, 22 Jul 2026, 01:20 WIB | Oleh: AlfredMALINAU - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara mencatat sebanyak 65 persen layanan sektor publik di wilayah Kaltara telah beralih menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode transaksi nontunai.
“Berdasarkan data yang kami peroleh se-Kaltara di sektor-sektor publik yang tadinya 100 persen secara tunai pembayarannya sekarang 65 persen sudah menggunakan transaksi QRIS,” ujar Agus Taufik, saat menghadiri Launching Pelabuhan Speedboat Malinau Siap QRIS, di Kabupaten Malinau, Selasa.
Menurutnya, dengan jumlah 65 persen dari 100 persen itu menunjukkan bahwa Kaltara dan khususnya Malinau juga akseptasi digital oleh masyarakat, kemudian pemberian layanan publik oleh pemerintah daerah juga semakin maju.
“Ini juga terindikasi dari indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Malinau berada pada level tertinggi, yaitu level digital,” katanya pula.
Agus Taufik menyebutkan, untuk 35 persen transaksi lainnya selain menggunakan QRIS, di antaranya sudah juga nontunai, yaitu pembayaran melalui teler bank atau Anjungan Tunai Mandiri (ATM).
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa kelompok masyarakat, kata dia, khususnya generasi muda lebih banyak menggunakan telepon pintar yang memiliki berbagai aplikasi dengan satu genggaman sehingga familier dengan QRIS.
“Jadi yang 35 persen itu melalui berbagai kanal pembayaran selain QRIS. Misalnya ada beberapa kelompok masyarakat terutama yang sudah senior masih nyaman menggunakan transaksi melalui perbankan teler maupun mungkin kebiasaan menggunakan ATM dan sebagainya,” katanya lagi.
Karena itu, atas Launching Pelabuhan Speedboat Malinau Siap QRIS sebagai upaya digitalisasi pelabuhan dalam transaksi pembayaran, Kepala KPwBI Provinsi Kaltara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Malinau beserta jajaran, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau yang telah mendukung terlaksananya digitalisasi di sektor transportasi.
“Terima kasih juga teman-teman perbankan dan ini merupakan sinergi yang baik tadi dalam rangka memberikan layanan publik kepada masyarakat yang semakin baik, semakin cepat, semakin efisien dengan transaksi pembelian tiket secara digital melalui QRIS,” ujarnya pula.
Bupati Malinau Wempi W Mawa menyatakan, dengan adanya layanan nontunai berupa QRIS di Pelabuhan Speedboat Malinau yang telah diluncurkan oleh BI bekerja sama dengan Dishub Malinau dan pemilik armada speedboat, semakin mempermudah serta mempercepat layanan transportasi sungai untuk masyarakat.
“Dengan adanya kemudahan dari Bank Indonesia dengan QRIS ini, pelayanan pembelian tiket speedboat bisa dilakukan secara mudah, cepat dan efisien, sehingga tidak perlu melakukan transaksi melalui tunai,” ujarnya.
Oleh sebab itu, kata Wempi, ia meminta secara khusus Bi untuk mendorong perbankan yang lain di Kabupaten Malinau bersama-sama melakukan sinergi terhadap pelayanan-pelayanan, termasuk pelayanan di kepelabuhanan yang ada di Malinau.
“Kami ucapkan selamat kepada Bank Indonesia, khususnya Bank Indonesia Provinsi Kaltara yang telah meluncurkan layanan digitalisasi transaksi melalui QRIS di Pelabuhan Speedboat Malinau,” kata Wempi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!