Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Ansar Ahmad Sampaikan Proyeksi APBD Kepri 2027 Sebesar Rp3,51 Triliun

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Gubernur Ansar Ahmad Sampaikan Proyeksi APBD Kepri 2027 Sebesar Rp3,51 Triliun Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan pidato pada rapat paripurna pengajuan Rancangan KUA-PPAS APBD Kepri 2027 di Kantor DPRD, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Selasa (21/7).

TANJUNGPINANG - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 mencapai Rp3,510 triliun dengan estimasi target pendapatan daerah sebesar Rp3,480 triliun. 

Adapun pembiayaan daerah secara netto diperkirakan mencapai Rp18,27 miliar, yang diperoleh dari selisih penerimaan pembiayaan sebesar Rp149 miliar dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp131 miliar.

"Penerimaan pembiayaan bersumber dari penyaluran tahap kedua pinjaman daerah dari Bank Jabar Banten (BJB)," kata Ansar dalam rapat paripurna pengajuan Rancangan KUA-PPAS APBD Kepri 2027 di Kantor DPRD setempat, Tanjungpinang, Selasa.

Menurut Ansar, penerimaan pembiayaan daerah tahun 2027 sebesar Rp149 miliar digunakan untuk mendukung sejumlah proyek tahun jamak (multiyears), di antaranya pembangunan Poliklinik Rawat Jalan RSUD Raja Ahmad Tabib serta Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat.

Sedangkan pengeluaran pembiayaan Rp131 miliar, meliputi penyertaan modal daerah kepada Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) sebesar Rp20 miliar, serta pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp111,12 miliar.

Gubernur Ansar menjelaskan penyusunan KUA-PPAS APBD Kepri Tahun 2027 merupakan tahapan strategis dalam proses penyusunan APBD yang mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, sekaligus diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan nasional serta prioritas pembangunan daerah.

Penyusunan APBD tahun 2027 diarahkan untuk menjaga kesinambungan pembangunan daerah melalui penguatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pembangunan wilayah, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Dokumen KUA-PPAS ini menjadi pedoman bersama dalam menyusun APBD 2027 agar setiap program dan kegiatan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kepri," ujar Ansar.

Lebih lanjut, Ansar menyampaikan Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen mengelola keuangan daerah secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Melalui perencanaan anggaran yang tepat sasaran, kata dia, pemerintah optimistis berbagai program prioritas dapat berjalan optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Ia turut menambahkan kebijakan anggaran tahun 2027 diarahkan untuk mendukung peningkatan pelayanan dasar kepada masyarakat, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, pengembangan ekonomi maritim, peningkatan daya saing investasi, pengembangan UMKM, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, serta percepatan pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Kepri.

"Setiap rupiah yang dialokasikan dalam APBD harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah," ujar dia.

Gubernur Ansar berharap pembahasan KUA-PPAS APBD 2027 dapat berlangsung secara konstruktif antara pemerintah provinsi dan DPRD, sehingga menghasilkan kesepakatan terbaik bagi pembangunan Kepri.

Ia optimistis APBD 2027 mampu menjadi instrumen pembangunan yang efektif dalam mewujudkan Kepri yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Warung Pangan Diperkuat unt...
ASEAN

Persaingan di LTS Bayangi Pertemuan Asean

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Persaingan di LTS Bayangi P...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.