Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Diminta Segera Lakukan Mitigasi Potensi Krisis Energi untuk Lindungi Masyarakat

30 Minggu, 05 Apr 2026, 16:50 WIB | Oleh:

Dalam jangka panjang, tambah dia, jangan lupa mengembangkan potensi energi baru dan terbarukan yang kita miliki.

Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE ESDM RI, Harris, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi gejolak harga migas dunia.

Sejumlah langkah tersebut, ujar Harris, antara lain berupa langkah efisiensi dalam bentuk penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai swasta, efisiensi kendaraan dinas, perjalanan dinas, dan peralihan motor bensin ke motor listrik.

Selain langkah efisiensi itu, tambah Harris, juga dikedepankan upaya percepatan transisi energi ke arah pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Pada 2025, ungkap Harris, penyediaan energi nasional 15,75 persennya sudah memakai EBT. Pada tahun ini, tambah dia, target pemanfaatan EBT adalah 16-20 persen energi nasional.

Dengan berbagai upaya tersebut, jelas Harris, secara bertahap konsumsi bahan bakar fosil dapat dikurangi.

CEO IESR Fabby Tumiwa berpendapat, yang terjadi saat ini adalah krisis energi fosil dunia.

Fabby menilai Indonesia saat ini mampu menangani gangguan pasokan migas jangka pendek dampak gejolak di Timur Tengah.

Namun, ujar Fabby, kondisi Indonesia masih rentan terhadap guncangan harga minyak dan gangguan logistik yang berkepanjangan.

Menurut Fabby, redanya konflik di Timur Tengah tidak serta merta menormalkan kondisi pasokan migas dunia.

Karena, jelas dia, kerusakan fasilitas produksi migas dampak perang di Timur Tengah memerlukan waktu yang panjang untuk memperbaikinya. Kondisi ini, tegas Fabby, harus juga diantisipasi.

Pakar Energi dari Unpad Yayan Satyakti berpendapat membangun buffer stock BBM yang didukung dengan peningkatan kapasitas sumber pasokan BBM dari dalam negeri penting untuk diwujudkan.

Langkah ini, ujar Yayan, sangat baik untuk mendapatkan harga yang lebih efisien ketika terjadi gangguan pasokan BBM global.

Demikian juga, tambah Yayan, dengan upaya membentuk petroleum fund yang harus diwujudkan untuk mendukung upaya riset dan pengembangan energi di Tanah Air.

Dari hasil penelitian tersebut, Yayan berharap berbagai langkah pengembangan di sektor energi nasional mampu mengantisipasi dinamika pemanfaatan energi di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Aksi Kamisan ke-931 di Jakarta

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-931 di Jakarta
Megapolitan
414 Pelajar Jaksel Nikmati ...
Megapolitan
Rawan Banjir, Pemprov DKI N...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KPK Ungkap Negara Rugi Triliunan Rupiah akibat Kasus Cukai PT Djarum

KPK Ungkap Negara Rugi Triliunan Rupiah akibat Kasus Cukai PT Djarum

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.