Lima Kecamatan di Tangerang Mulai Terdampak Kekeringan
📅 Rabu, 22 Jul 2026, 17:58 WIB | Oleh: SriyonoKABUPATEN TANGERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mencatat sebanyak lima kecamatan mulai dilanda kekeringan seiring masuknya musim kemarau ekstrem yang diprediksi terjadi pada Juli sampai September 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan bahwa dari lima wilayah yang terdampak ini mengalami krisis kebutuhan air bersih. Sehingga, beberapa desa/kelurahan saat ini telah mengajukan bantuan pasokan air.
"Saat ini baru lima kecamatan. Tapi tidak seluruh desa/kelurahan dari lima kecamatan itu mengalami krisis air bersih," katanya di Tangerang, Rabu (22/7).
Ia mengatakan, adapun ke lima kecamatan yang dilanda krisis air bersih itu diantaranya seperti di Curug, Panongan, Legok, Jambe dan Tigaraksa. Di mana, wilayah tersebut sebelumnya masuk ke dalam pemetaan BPBD sebagai zona rawan kekeringan selama musim kemarau.
"Dari hasil kajian memang potensi-potensi itu sudah dibuat. Kejadian yang terjadi di Kabupaten Tangerang adalah bencana kebanjiran, bencana puting beliung, termasuk di dalamnya adalah kekeringan. Kurang lebih sekitar 20-an kecamatan mengalami rawan kekeringan," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, dikatakan dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat kini telah melakukan gerak cepat untuk menyalurkan bantuan pasokan air bersih bagi warga yang terdampak.
Ia juga bilang, upaya penanganan lebih lanjut pihaknya melakukan pencatatan secara rinci terhadap zona-zona rawan kekeringan sebagaimana dilakukan untuk menyiapkan bantuan atau suplai air bersih bisa tepat sasaran sesuai dengan pengajuan kebutuhan masyarakat.
"Terus kita antisipasi sambil berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Contohnya dengan Perumdam agar nanti bisa bantu menyiapkan air bersih sebagai bantuannya," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, sebagai langkah kesiapsiagaan krisis air bersih, BPBD Kabupaten Tangerang telah menyiapkan sejumlah armada dan personil di 14 pos Damkar dengan disiagakan 24 jam secara bergiliran.
"Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) siaga penuh menerima laporan darurat 24 jam, baik dari pos lapangan maupun laporan langsung dari masyarakat," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!